- Bulan Desember ini menjadi bulan terakhir siswa SD-SMA mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).Jika siswa sudah mengecek namanya di laman PIP dan tidak terdaftar sebagai penerima, ada alasannya.Kemendikdasmen melalui Puslapdik menjelaskan mengapa siswa bisa tidak dapat PIP meski termasuk dari keluarga tidak mampu.Baca juga: Dana PIP Cair Terakhir Bulan Ini, Cek Penerima Klik pip.kemendikdasmen.go.idPadahal PIP adalah bantuan pendidikan dari pemerintah untuk anak-anak keluarga kurang mampu agar bisa menuntaskan wajib belajar.Jadi apa penyebab siswa gagal dapat PIP?Dilansir dari laman Puslapdik Kemendikdasmen, Senin kegagalan siswa tidak mendapat PIP terutama pada pencairan Desember, karena data yang dianggap tidak layak.Pihak Puslapdik sudah menjelaskan, berdasarkan data PIP fase 1 ada 3.685.321 siswa yang ter-Reject atau ditolak SiPintar karena data tidak layak PIP atau tidak memenuhi kaidah data PIP yang lengkap, valid, dan logis sehingga berpotensi gagal memperoleh PIP. Ini rinciannya:Siswa miskin atau rentan miskin yang layak memperoleh PIP adalah siswa yang datanya tercatat di Dapodik yang sudah terintegrasi dengan data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.Namun, siswa tersebut berpotensi gagal memperoleh PIP karena NIKnya yang terdata di Dapodik tidak valid."Sesuai standar kependudukan Indonesia, NIK itu terdiri dari 16 digit angka. Jika NIK seorang siswa yang tertulis di Dapodik ada huruf, spasi, atau kurang atau lebih dari 16 digit, otomatis data siswa akan tercoret sebagai penerima PIP," tulis Puslapdik pada laman resminya.Penyebab lainnya adalah NIK siswa tidak terdaftar di database Dukcapil atau terjadi perubahan data Dukcapil yang belum terupdate di Dapodik.Misalnya muncul NIK baru di Dukcapil, tapi belum sinkron di Dapodik, maka NIK lama otomatis tertolak yang ujungnya siswa gagal menerima PIP.Baca juga: Cara Mudah Cek Data Penerima PIP lewat pip.kemendikdasmen.go.idSiswa miskin atau rentan miskin juga berpotensi gagal menerima PIP bila data NISN siswa tidak terdaftar di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).Penyebabnya, siswa memakai NISN fiktif atau siswa salah mencatat NISN, seperti salah ketik. NISN yang terketik kemungkinan juga terjadi kesalahan karena kurang dari 10 digit atau ada huruf atau spasi.Sementara untuk siswa baru, misalnya kelas 1 sekolah dasar, memang belum diberi NISN karena pihak sekolah belum mengajukan atau belum disetujui oleh Pusdatin.puslapdik.dikdasmen.go.id Program Indonesia Pintar (PIP)
(prf/ega)
4 Alasan Siswa Tidak Dapat PIP Bulan Desember 2025
2026-01-12 17:43:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:33
| 2026-01-12 17:14
| 2026-01-12 17:12
| 2026-01-12 16:49
| 2026-01-12 16:20










































