JAKARTA, - Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November masih didera masalah klasik: kesejahteraan guru yang masih tertinggal di tengah banyaknya tuntutan terhadap profesi tersebut.Hal itu agaknya tercermin dari sebuah unggahan di akun media sosial Threads @akangguru pada Senin yang menunjukkan seorang guru menerima bayaran Rp 516.000 untuk satu bulan.Berdasarkan unggahan tersebut, jasa seorang guru untuk mengajar hanya dihargai Rp 20.000 per jam, ditambah biaya transportasi Rp 8.000 untuk satu kali perjalanan.Unggahan itu semakin ironis karena penghasilan sang guru masih dipotong cicilan koperasi sebesar Rp 450.000 yang harus dibayar setiap bulan. Baca juga: Kabar Baik, Gaji Guru, Dosen, Penyuluh, TNI-Polri Pasti Naik Usai Perpres 79 Tahun 2025 TerbitAkibatnya, penghasilan bersih guru selama sebulan hanya Rp 66.000, atau Rp 2.200 per hari jika dipukul rata ke 30 hari.Data Jobstreet pada Agustus 2025 juga menunjukkan, gaji guru-guru Indonesia adalah yang terendah di Asia Tenggara, bahkan kalah dibanding Myanmar yang sedang terjeratjunta militer.Menurut data Jobstreet, rata-rata gaji guru yang didapat di Indonesia antara Rp 3.890.000 hingga Rp 5.500.000 per bulan.Namun, perlu diingat bahwa angka gaji guru di setiap daerah pun beragam dan tidak sedikit guru yang digaji di bawah upah minimum. Baca juga: Kisaran Gaji Guru di 7 Negara Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa?Sementara, gaji guru di sekolah-sekolah negeri di Myanmar dipatok pada angka MMK 1.470.000 - MMK 2.100.000 per bulan, setara Rp 11,4 juta - Rp 16,3 juta per bulan, angka lebih besar bisa diperoleh guru-guru di kota besar seperti Yangon.Gaji guru di Indonesia semakin tertinggal dibandingkan negara jiran, Singapura, di mana gaji terendah guru di negeri singa tersebut berada di angka Rp 35 juta.Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti tidak memungkiri bahwa gaji guru di Indonesia, khususnya guru honorer, masih jauh dari kata ideal.Menurut dia, keterbatasan anggaran sekolah menjadi biang kerok yang membuat para guru honorer tidak mendapatkan kesejahteraan yang baik.“Guru honorer masih banyak yang memiliki gaji rendah karena keterbatasan anggaran di sekolah. Sekolah negeri hanya bisa mengalokasikan 20 persen dari dana BOSP untuk honor,” kata Esti kepada Kompas.com, Senin .“Untuk sekolah swasta maksimal 40 persen, dengan syarat-syarat tertentu, semestinya gaji guru minimal adalah UMR di wilayah setempat,” ujar dia melanjutkan.Baca juga: Pimpinan Komisi X DPR Desak Pemerintah Naikkan Gaji Guru HonorerEsti bilang, guru-guru yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) perlu diberikan insentif khusus untuk menunjang profesinya.
(prf/ega)
Ironi Nasib Guru: Tuntutan Kian Tinggi, Kesejahteraan Belum Terpenuhi
2026-01-12 03:51:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:27
| 2026-01-12 03:25
| 2026-01-12 02:31
| 2026-01-12 02:22
| 2026-01-12 02:01










































