Ini Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Sperma Kosong, Para Pria Penting Tahu

2026-01-12 04:48:47
Ini Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Sperma Kosong, Para Pria Penting Tahu
– Azoospermia atau kondisi sperma kosong menjadi salah satu penyebab serius infertilitas pada pria.Kondisi ini ditandai dengan tidak ditemukannya satu pun sperma dalam cairan mani, meski secara fisik air mani tetap keluar saat ejakulasi.Dokter Spesialis Andrologi Eka Hospital Grand Family PIK, Christian Christoper Sunnu, menjelaskan sperma kosong dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu.Baca juga: Bukan Gajah, Lalat Jadi Hewan dengan Sperma Terpanjang di Bumi, Capai 20 Kali Panjang Tubuhnya“Penyebabnya beragam, antara lain gaya hidup yang tidak teratur, kebiasaan kurang tidur, stres, paparan polusi, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga pola makan tinggi gula dan pengawet,” ujar Sunnu di Tangerang, Banten pada Selasa , sebagaimana dilansir Antara.Ia menambahkan, faktor lain yang turut berperan termasuk gangguan hormon, infeksi, serta kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-proses.Sperma kosong juga dapat berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kesehatan jangka panjang.Menurut Sunnu, azoospermia menyumbang sekitar 20 persen dari kasus infertilitas di dunia.Di Indonesia sendiri, diperkirakan terdapat 4–6 juta pasangan usia subur yang mengalami kesulitan memiliki anak, dengan sekitar 30 persen di antaranya disebabkan faktor infertilitas pria.“Secara global, jumlah sperma pria juga dilaporkan menurun lebih dari 50 persen dalam 50 tahun terakhir,” ujarnya.Baca juga: Mengeluarkan Sperma Setiap Hari, Aman atau Berbahaya?Sunnu menjelaskan, sperma kosong terbagi dalam dua tipe utama.Pertama, tipe sumbatan, yaitu ketika saluran reproduksi tersumbat akibat infeksi lama, trauma berat pada testis, atau faktor genetik. Infeksi dapat terjadi, misalnya, akibat perilaku seksual berisiko tanpa pengaman.Kedua, tipe non-sumbatan, yang berkaitan dengan gangguan produksi sperma.Penyebabnya meliputi gaya hidup tidak sehat, merokok, konsumsi makanan ultra-proses, gangguan hormon, termasuk penggunaan suntik hormon tanpa pengawasan medis, infeksi seperti gondongan atau Covid-19, penggunaan obat tertentu, serta kondisi varikokel.“Kedua tipe ini tergolong sulit disembuhkan. Hingga kini belum ada terapi yang bisa meningkatkan jumlah sperma dari nol menjadi benar-benar normal,” jelasnya.Pada beberapa kasus non-sumbatan, terapi hormon atau pendekatan seperti stem cell dapat membantu meringankan kondisi, meski tidak menjamin pemulihan penuh.Baca juga: 6 Fakta Ambergris, Muntahan Paus Sperma Berharga Jutaan DollarKarena itu, pasangan dengan kondisi sperma kosong sering kali memerlukan prosedur bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) untuk memperoleh keturunan.Sunnu menegaskan pentingnya menjaga kesehatan testis sejak dini. Pasalnya, organ ini memiliki peran vital dalam produksi sperma dan sangat sulit pulih jika sudah mengalami kerusakan.“Menjaga kesehatan buah zakar sebaiknya dilakukan sejak kecil, tidak menunggu sampai menikah atau menghadapi masalah kesuburan,” terangnya.


(prf/ega)