52 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Tamansari Bogor, BPBD: 9 Orang Mengungsi

2026-01-14 07:19:16
52 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Tamansari Bogor, BPBD: 9 Orang Mengungsi
BOGOR, - Hujan deras disertai angin kencang merusak sedikitnya 52 rumah di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin .Tiga kepala keluarga (KK) yang terdiri 9 orang terpaksa mengungsi setelah rumah mereka tertimpa pohon.Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengatakan, pohon-pohon tumbang menimpa permukiman di sejumlah kampung.Baca juga: Angin Kencang, Longsor, dan Banjir di Jonggol Bogor Rusak 21 RumahPihaknya menerima laporan kejadian pada Senin pukul 08.00 WIB dari aparat desa.Tim reaksi cepat atau TRC BPBD berangkat ke lokasi melakukan penanganan yang berlangsung hingga Senin petang. Hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan merusak rumah warga.Baca juga: Atap Plafon SDN 1 Pangradin Bogor Ambruk, 76 Siswa Terdampak"Dikarenakan hujan deras disertai angin kencang sehingga mengakibatkan beberapa pohon tumbang yang berdampak (kerusakannya) pada rumah warga," ujar Adam dalam keterangannya, Senin .Berdasarkan data BPBD menunjukkan, kerusakan rumah tersebar di Kampung Nambo, Parigi, Dukuh Manis, Pangkalan, dan Jami.Dua rumah di RT 01/02 Kampung Nambo mengalami kerusakan berat setelah bagian atap tertimpa pohon, dengan total 3 keluarga atau 9 jiwa terdampak.Baca juga: Jelang Libur Nataru, Satlantas Polres Bogor Kembali Kaji Penerapan Car Free Night di Jalur Puncak"Ketiganya kini mengungsi ke tempat saudara di lokasi yang tak jauh dari rumah mereka," katanya.Sementara itu, 50 rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap, rata-rata 3 lembar asbes.Perbaikan sebagian telah dilakukan warga bersama aparat setempat."Sebagian rumah sudah diperbaiki, dan seluruh pohon tumbang berhasil dievakuasi," kata Adam.Dalam penanganan awal, tim melakukan asesmen, evakuasi, analisis kerusakan, hingga memberikan edukasi kebencanaan kepada warga.Adam  menyebut kebutuhan mendesak saat ini berupa logistik tanggap darurat dan terpal untuk penutup rumah yang rusak.Ia menambahkan, penanganan lanjutan tetap diperlukan oleh pihak terkait untuk memastikan seluruh rumah terdampak dapat kembali dihuni dengan aman.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-14 06:16