Kunjungi Benteng Willem 1 Ambarawa, AHY: Kalau Foto Pre-wedding di Sini Saja

2026-01-12 05:56:31
Kunjungi Benteng Willem 1 Ambarawa, AHY: Kalau Foto Pre-wedding di Sini Saja
UNGARAN, - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa selesainya revitalisasi Benteng Fort Willem 1 di Ambarawa, Kabupaten Semarang, akan menjadi pendorong utama bagi perekonomian daerah tersebut.Benteng Fort Willem 1, yang dikenal dengan sebutan Benteng Pendem, memiliki kekhasan dan keunikan arsitektur yang khas Belanda."Ini adalah kolaborasi yang baik dengan semangat yang sama untuk melestarikan heritage peninggalan abad 19. Bangunan Benteng Willem 1 atau Benteng Pendem ini dulu adalah barak militer dan sebagian sampai sekarang masih digunakan untuk Lapas Ambarawa," ungkap AHY pada Kamis .Baca juga: Gubernur Papua Bertemu AHY, Kemenko IPK Pastikan Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena Diaspal 2026AHY menegaskan pentingnya peremajaan dan pemeliharaan bangunan, dengan tetap memperhatikan keaslian Benteng Pendem."Ini kan yang mahal bentuk asli Benteng Pendem, udaranya juga bagus tidak panas," tambahnya.Dia juga optimistis bahwa Benteng Pendem akan menjadi tempat favorit bagi anak muda."Kalau mau foto pre-wedding, bikin acara di sini saja, tempatnya bagus," kata AHY.Menurutnya, setelah revitalisasi selesai dan banyak wisatawan yang berkunjung, penting untuk melakukan perawatan yang baik."Kehadiran Benteng Pendem ini harus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga membuka lapangan pekerjaan," paparnya.AHY mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum yang telah merevitalisasi Benteng Fort Willem 1.Baca juga: Saat AHY Jadi Sasaran Ibu-ibu di Benteng Fort Willem 1 "Ini adalah hasil kerja keras semua pihak yang mendukung. Terima kasih Kementerian PU, Pemkab Semarang, dan juga ada Danrem jajaran. Sekarang Benteng Pendem menjadi tujuan wisata andalan Kabupaten Semarang," ungkapnya.Dia menilai revitalisasi Benteng Fort Willem 1 yang berada di lahan seluas 2,7 hektar, dengan 1 hektar di antaranya telah berwujud bangunan, menjadikan kawasan tersebut semakin menarik."Ini kan arsitektur khas Belanda, kombinasi bahan besi, bata, dan kayu yang kalau kita hadirkan bersama kuliner, ekonomi kreatif, dan musik bisa menjadi kekuatan pariwisata dan budaya sehingga menarik wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara," tutup AHY.


(prf/ega)