The Fed Pangkas Suku Bunga, Apa Dampaknya ke Perekonomian Global?

2026-02-02 10:00:56
The Fed Pangkas Suku Bunga, Apa Dampaknya ke Perekonomian Global?
JAKARTA, — Keputusan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rapat FOMC 9 dan 10 Desember 2025 memicu gelombang reaksi di pasar keuangan global.Selain itu, keputusan The Fed pangkas suku bunga juga menimbulkan perdebatan tentang implikasi makroekonomi bagi negara maju maupun pasar negara berkembang.Pemangkasan ini merupakan yang ketiga sepanjang 2025 dan disertai proyeksi pembuat kebijakan yang menunjukkan kemungkinan hanya satu pemangkasan tambahan pada 2026.Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok ke Posisi 89.700 Dollar AS, Usai The Fed Pangkas Suku Bunga GETTY IMAGES NORTH AMERICA/GETTY IMAGES VIA AFP/DREW ANGERER Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Jerome Powell. Ia dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga usai rapat kebijakan dua hari di Washington.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 09:12