Ada Banyak Titik Longsor, Tol Japek II Selatan Tertutup Saat Nataru

2026-02-04 09:40:54
Ada Banyak Titik Longsor, Tol Japek II Selatan Tertutup Saat Nataru
JAKARTA, - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan, Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan belum dapat difungsionalkan untuk mendukung arus mudik dan balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Keputusan ini diambil karena saat ini pelaksana proyek masih fokus melakukan penanganan terhadap sejumlah titik longsor yang terjadi di beberapa segmen trase tol tersebut.Baca juga: Meski Sudah 72 Persen, Tol Japek II Selatan Tak Bisa Dilintasi Saat Nataru“Keselamatan dan kesiapan infrastruktur menjadi prioritas utama sebelum jalan tol dioperasikan. Sehingga, untuk musim mudik Nataru tahun ini Japek II Selatan belum dapat difungsionalkan,” ujar Kepala BPJT Wilan Oktavian kepada Kompas.com, Selasa (11/11/2025.Meski demikian, BPJT memastikan, kapasitas ruas Tol Japek eksisting dan Tol Japek Elevated (Layang) masih mencukupi untuk menampung volume lalu lintas (lalin) selama periode mudik dan balik.Baca juga: Tol Japek II Selatan Hampir Rampung, Jakarta-Bandung Bakal Lebih CepatBerbagai langkah manajemen lalu lintas juga telah disiapkan bersama pihak kepolisian, Jasa Marga, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.“Volume lalu lintas (lalin) saat ini masih dapat terlayani dengan baik oleh Japek eksisting dan Japek elevated. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar pelayanan tetap optimal bagi masyarakat,” tambah Wilan.Sementara itu, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk kini tengah memfokuskan pekerjaan pada penanganan longsor.Selain itu, menyelesaikan beberapa konstruksi pendukung agar Japek II Selatan dapat siap difungsionalkan pada periode Lebaran 2026 mendatang.Setelah seluruh penanganan teknis dan evaluasi selesai, Japek II Selatan dapat segera dibuka secara bertahap untuk memperkuat konektivitas wilayah selatan Jawa Barat serta memperlancar perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dan sekitarnya.Tol Japek II Selatan terdiri atas tiga paket pekerjaan utama dengan total panjang 62 kilometer dan terbagi dalam 6 seksi. Berikut rinciannya:Baca juga: Membandingkan Waktu Tempuh Jakarta-Bandung via Tol Japek II Selatan dan Whoosh


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-04 22:22