Kisah Ibu Hamil Meninggal di Jayapura, Ditolak Rumah Sakit karena Tak Punya Biaya Rp 8 Juta untuk Operasi

2026-01-13 00:30:08
Kisah Ibu Hamil Meninggal di Jayapura, Ditolak Rumah Sakit karena Tak Punya Biaya Rp 8 Juta untuk Operasi
JAYAPURA, - Sebuah tragedi memilukan terjadi di Jayapura. Seorang ibu hamil bernama Irene Sokoy meninggal dunia bersama bayinya yang masih dalam kandungan.Kejadian ini berlangsung pada Rabu setelah Irene ditolak beberapa rumah sakit di Kota Jayapura, Papua.Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, Irene Sokoy, warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, dibawa sekitar pukul 03.00 WIT.Ia dibawa dari Kampung Kensio menggunakan speed boat menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari di Sentani untuk melahirkan.Baca juga: Longsor Putus Akses, Ibu Hamil di Cianjur Ditandu 30 Menit Menuju AmbulansNamun, setelah itu, ia dirujuk ke RSUD Abepura di Kota Jayapura, di mana ia juga tidak dilayani.Pihak keluarga kemudian mencoba membawa Irene ke Rumah Sakit Swasta Dian Harapan dan RS Bhayangkara, namun kedua rumah sakit tersebut juga menolak untuk memberikan pelayanan.Diduga, salah satu rumah sakit meminta biaya operasi sebesar Rp 8 juta, yang tidak dapat dipenuhi keluarga.Akhirnya, mereka membawa Irene ke RSUD DOK II Kota Jayapura, namun sayangnya, Irene meninggal dalam perjalanan.Kepala Distrik Sentani, Jack Judspn Puraro, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.Ia menekankan pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah Distrik Sentani agar tidak ada lagi warga yang kehilangan nyawa akibat penolakan rumah sakit.Baca juga: 5 Ibu Hamil Korban Pelecehan Dokter Iril Garut Terima Restitusi Rp 106 Juta"Kami sangat berduka atas kejadian ini. Saya meminta kepada semua pihak terkait, terutama Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rujukan dan pelayanan kesehatan yang ada," ujar Jack.Jack juga meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang dianggap lalai dalam penanganan kasus ini."Jika ada kelalaian atau kesalahan prosedur yang menyebabkan hilangnya nyawa, tentu harus ada pertanggungjawaban. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang lagi," tegasnya.Gubernur Papua, Matius Derek Fakiri, juga mengeluarkan pernyataan terkait insiden ini.Ia meminta kepada seluruh rumah sakit pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk tidak menolak pasien.


(prf/ega)