Pakubuwono XIV Batasi Masa Jabatan Bebadan Keraton Surakarta Jadi Lima Tahun

2026-01-14 02:30:50
Pakubuwono XIV Batasi Masa Jabatan Bebadan Keraton Surakarta Jadi Lima Tahun
- Sinuhun Pakubuwono XIV Hamengkunegoro mengambil kebijakan baru terkait masa jabatan bebadan Keraton Kasunanan Surakarta.Kebijakan tersebut mematok masa jabatan bebadan hanya lima tahun dan langsung diterapkan setelah pengukuhan di Sasana Handrawina pada Rabu .Langkah ini memutus tradisi lama bebadanan yang selama ini menjabat sepanjang masa kepemimpinan sang raja.Keputusan itu menjadi sorotan publik karena dinilai membawa mekanisme evaluasi kepengurusan yang lebih modern dan akuntabel.Baca juga: GKR Panembahan Timoer Tegaskan Tak Ingin Pihak Keraton Surakarta Terkesan Berebut Dana HibahDilansir dari TribunSolo.com, Penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, menyampaikan bahwa perubahan ini merupakan langkah Sinuhun untuk menciptakan tata kelola yang sehat dan transparan.“Kalau yang lalu sepertinya sepanjang umur raja bebadannya. Ini sinuhun meminta tidak seperti itu lagi supaya bisa merefresh kinerjanya, bisa ternilai ketika lima tahun,” ujar GKR Panembahan Timoer pada Rabu .Prosesi pengukuhan dimulai dari pembacaan dhawuh dalem dan pengangkatan sumpah di Sasana Parasdya sebelum dilanjutkan doa bersama.Baca juga: Imbas Dualisme Penerus Tahta Keraton Surakarta, Pencairan Dana Hibah Rp 200 Juta Terancam TertundaSeluruh sentana dan abdi dalem kemudian menuju Sasana Handrawina untuk menandatangani pakta integritas di hadapan Sinuhun.“Di Parasdya prosesinya hanya pengangkatan sumpah dan dhawuh dalem. Tapi karena banyak yang di dalam bebadan adalah putra-putri Pakubuwono XII, sinuhun ini kan jatuhnya ponakan dengan beliau-beliau, upacaranya menjadi seperti ini. Tidak layak sinuhun lenggah kami berdiri di Parasdya,” lanjutnya.GKR Panembahan Timoer menekankan pentingnya pengukuhan ini agar masyarakat mengetahui struktur resmi yang bekerja di bawah Sinuhun Pakubuwono XIV.“Yang di sini prosesi pembacaan siapa saja yang jadi bebadan. Supaya abdi dalem panjenengan tahu muka kami siapa saja, nama yang jadi bebadan Sinuhun Pakubuwono XIV. Tanda tangan supaya tidak seperti yang lalu,” jelasnya.Menurutnya, sejumlah struktur tetap dipertahankan, namun beberapa posisi baru ditambahkan untuk menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk bebadan keamanan, dokumentasi, dan teknologi informasi.“Yang lama tetap kami pertahankan, yang baru ada. Seperti adanya bebadan keamanan, dokumentasi dan IT, itu bebadan baru. Staf khusus itu kan hubungan dengan luar disinergikan dengan yang di dalam. Kita harus menyesuaikan zaman. Kalau nanti tidak mengikuti itu kita akan ketinggalan,” tuturnya.TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin Penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, saat ditemui di Sasana Handrawina, Rabu . Keraton Kasunanan Surakarta diketahui akan mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat hingga daerah terkait terbentuknya bebadan baru yang dipimpin Pakubuwono XIV Purboyo.“Saya hanya ingin masyarakat tahu pemerintah tahu di sini sudah ada kelembagaan baru yang dipimpin Pakubuwono XIV. Presiden dan jajarannya. Pastinya sampai Wali Kota. Ketua DPR MPR Kapolri pun kami tembusi,” jelas GKR Panembahan Timoer.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-14 02:36