Amartha Sebut Ibu-ibu UMKM Sosok Penggerak Perubahan di Desa

2026-01-15 00:01:56
Amartha Sebut Ibu-ibu UMKM Sosok Penggerak Perubahan di Desa
JAKARTA, - Perusahaan teknologi keuangan (fintech) Amartha, memandang sosok ibu-ibu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan sosok penggerak perubahan. Founder sekaligus CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, pihaknya melihat ibu-ibu UMKM itu membawa perubahan di lingkungan pedesaan. Hal ini membuat Amartha menghadirkan para pelaku UMKM dalam Amartha Impact Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu . Adapun Amartha menjadi perusahaan yang salah satunya fokus memberikan bantuan modal untuk pelaku UMKM di akar rumput, terutama pedesaan. “Di sini juga kita mau nunjukin bagaimana kita berkolaborasi dengan lintas sektor, bagaimana kita ikut menunjukkan bahwa UMKM Ibu-ibu di desa itu, they are change maker untuk lingkungannya, untuk masyarakat sekitarnya,” kata Taufan saat ditemui di TIM, Jakarta, Sabtu. Baca juga: Amartha Promosikan Potensi UMKM Lewat The 2024 Asia Grassroots Forum Taufan menyebut, ibu-ibu pelaku UMKM itu memiliki daya kreatifitas dan bisa membuka lapangan kerja untuk komunitas mereka di desa. Hari ini, Amartha mengajak ibu-ibu desa itu untuk hadir dalam festival dan menunjukkan peran mereka. “Dengan kita ngajakin mereka datang ke sini, dengan aktivitas yang mereka, dampak ekonomi yang mereka bangun,” tutur Taufan. Baca juga: Wujudkan Hutan Berbasis Rakyat, Amartha Tanam 2000 Pohon di Bali Sebagai perusahaan yang didirikan sejam 2010, Amartha telah menyalurkan Rp 30 triliun lebih pinjaman modal yang menjangkau 3 juta pelaku UMKM di berbagai pelosok daerah. Namun demikian, Taufan mengaku, Amartha memiliki sejumlah tantangan. Di antaranya akses internet yang belum merata dan akses teknologi di desa. Pihaknya berharap, Amartha bisa memberikan bantuan modal kepada masyarakat kecil di manapun mereka. “Kita ngomongin kalau masyarakat di desa ini sebenarnya akses permodalan, akses keuangan, mungkin mereka bisa dapat dari mana saja, tapi bagaimana kita memberikan akses permodalan yang sustain, yang berkelanjutan,” ujar Taufan. “Itu tantangan yang tidak gampang juga. Jadi kita bisa mendampingi usaha mereka terus tumbuh, berkembang,” tambahnya. Baca juga: Perlu Banyak Kolaborasi, Amartha Dukung Pencabutan Moratorium Fintech Lending Salah satu mitra UMKM Amartha, Gusti Ian mengaku telah mengakses pinjaman modal sejak pasca Pandemi Covid-19. Pinjaman diberikan secara mudah dengan tidak mensyaratkan jaminan, melainkan komunitas usaha. Berkat bantuan akses modal itu, Ian kini bisa mengembangkan usaha kebayanya hingga lebih besar. “Sekarang sudah bisa sewa toko, sudah jadi berkembang,” tutur Ian saat menjaga lapaknya di festival.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-14 22:53