Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Jawa Barat hingga 31 Desember 2025 di Wilayah Ini

2026-01-13 12:44:15
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Jawa Barat hingga 31 Desember 2025 di Wilayah Ini
- BMKG Stasiun Geofisika Bandung memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat selama sepekan ke depan, terhitung mulai 24 Desember hingga 31 Desember 2025, akan didominasi cuaca berawan hingga hujan dengan potensi intensitas beragam.Prakiraan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana hidrometeorologi, terutama menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor atmosfer yang memengaruhi dinamika cuaca di Jawa Barat dalam periode tersebut.Salah satunya adalah keberadaan siklon tropis Grant di Samudera Hindia Selatan Barat Daya Lampung yang meski bergerak menjauhi perairan Indonesia, tetap memberikan dampak tidak langsung.Baca juga: BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 28-29 Desember 2025Teguh Rahayu mengatakan, selain siklon tropis Grant, juga terpantau adanya sirkulasi siklonik di wilayah Kalimantan bagian barat. Kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan kecepatan angin, termasuk di wilayah Jawa Barat."Terpantau adanya belokan angin dan konvergensi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan-awan hujan di Jabar," katanya, Rabu .Belokan angin dan konvergensi tersebut menjadi salah satu pemicu terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan, baik dengan intensitas ringan hingga lebat.Fenomena ini juga dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Imbas 2 Siklon TropisMenurut Rahayu, anomali suhu permukaan air laut atau sea surface temperature (SST) di perairan Jawa Barat masih terpantau cukup hangat.Kondisi ini memberikan suplai energi dan uap air yang mendukung pertumbuhan awan hujan pada skala lokal.Selain itu, kelembapan udara di wilayah Jawa Barat pada lapisan 850 hingga 700 milibar tergolong lembap, dengan kisaran antara 60 hingga 95 persen.Baca juga: BMKG: Bibit Siklon Tropis 96S Berpotensi Picu Hujan Lebat di Bali, NTB, hingga NTTKombinasi antara suhu laut yang hangat dan kelembapan udara yang tinggi ini meningkatkan peluang terjadinya hujan di berbagai wilayah."Nah, berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model diprakirakan pada sepekan ke depan umumnya cuaca di wilayah Jabar cerah berawan hingga berawan di pagi, dan siang hari berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang, sore, dan malam hari," ujar Rahayu.Untuk wilayah Bandung Raya, BMKG mencatat masih adanya pengaruh faktor lokal yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.Kelembapan udara pada lapisan 850 mb dan 700 mb di wilayah ini berada pada kisaran 50 hingga 90 persen.Baca juga: Gempa M5,6 Guncang Enggano Bengkulu, BMKG: Akibat Subduksi Lempeng"Suhu minimum di Bandung Raya di antara 18 - 20 derajat celsius, suhu maksimum di Bandung Raya di antara 30.0 - 32 derajat celsius. Data di BMKG Bandung, tercatat suhu udara minimum terendah Desember 2025, yaitu 5 Desember 2025 sebesar 19.8 derajat celsius, suhu maksimum tertinggi pun sama di tanggal itu, yaitu 32.0 derajat celsius," katanya.Rahayu menegaskan bahwa saat ini Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, telah memasuki musim hujan. Puncak musim hujan diperkirakan bervariasi di setiap wilayah, mulai dari November 2025 hingga Maret 2026.BMKG memetakan potensi hujan di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat selama periode 24 hingga 31 Desember 2025. Berikut rinciannya:Baca juga: Berkaca Prakiraan BMKG, Legislator Minta Pemerintah Waspadai Potensi Bencana SusulanMenjelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada periode libur akhir tahun, BMKG mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat."Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kami mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk selalu waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem," katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-13 13:15