Kupang dalam Gemerlap Pohon Natal

2026-01-13 06:38:53
Kupang dalam Gemerlap Pohon Natal
KUPANG, - Desember baru saja tiba, namun Jalan El Tari di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah lebih dulu bersinar. Setiap malam, ketika lampu-lampu mulai menyala, deretan pohon Natal yang berdiri di sepanjang trotoar tampak membawa suasana baru bagi ibu kota NTT ini.Suasana itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lebih meriah, lebih kreatif, dan lebih ramai didatangi warga.Sejak Pemerintah Provinsi NTT mengumumkan lomba hias pohon Natal pada November 2025, antusiasme langsung membludak.Baca juga: Mahasiswa Asal Sumba Dibunuh dan Dibakar di Kupang, Ini Awal MulanyaSebanyak 94 instansi tercatat mendaftar sebagai peserta. Mereka datang dari berbagai unsur, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTT, TNI, Polri, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, paroki se-Kota Kupang, Sinode GMIT di tiga klasis, gereja-gereja denominasi lain, dan organisasi lainnya.Hasilnya tampak jelas di lapangan. Pohon-pohon Natal itu berjejer rapi dari depan Kantor Gubernur NTT, melewati rumah jabatan, hingga ke depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia.Baca juga: Pohon Natal dari Tumpukan Uang, Sedot Perhatian Warga KupangWarga yang melintas kerap memperlambat langkahnya, bahkan berhenti sejenak untuk mengambil foto. Anak-anak berlarian kecil di antara lampu dan ornamen, sementara para remaja memilih sudut terbaik untuk berswafoto.Bahan-bahan yang digunakan pun unik dan penuh kreativitas, ukiran kayu, anyaman alang-alang, botol plastik, hingga potongan uang kertas rusak yang sudah tidak bernilai ekonomis. Di malam hari, cahaya dari instalasi lampu menambah kesan hangat dan magis.Palce Amalo, warga Liliba, ikut hanyut dalam suasana itu. Menurutnya, tampilan pohon Natal tahun ini sangat berbeda dibanding tahun 2024.“Tahun lalu hiasannya masih sederhana, dibuat mandiri oleh gereja, sekolah, atau komunitas. Tahun ini lain, lebih kreatif dan terkonsep karena ada lomba resmi dari Pemerintah Provinsi,” kata Palce kepada Kompas.com, Senin .Ia menyebut, penggunaan uang rusak sebagai material adalah hal yang baru ditampilkan tahun ini.


(prf/ega)