Korban Banjir dan Longsor Sumut Bertambah: 32 Orang Meninggal, Ribuan Mengungsi

2026-01-13 06:19:12
Korban Banjir dan Longsor Sumut Bertambah: 32 Orang Meninggal, Ribuan Mengungsi
MEDAN, - Jumlah korban banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) dalam tiga hari belakangan ini terus bertambah.Berdasarkan data sementara Polda Sumut dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya terdampak, kini ada 32 orang tewas.Adapun lokasi terdampak meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Langkat, Pakpak Bharat, Kota Padang Sidempuan, Sibolga, dan Gunung Sitoli.Dari seluruh wilayah, Tapanuli Selatan merupakan daerah dengan korban jiwa terbanyak, totalnya 15 orang.Baca juga: Banjir dan Longsor Sibolga-Tapanuli Raya Sumut, Basarnas Intensifkan Pencarian dan Pertolongan"Untuk korban meninggal yang sudah terdata ada sebanyak 15 orang, yang mengungsi diperkirakan sedikitnya 5.000 orang,” ungkap Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, saat dikonfirmasi lewat sambungan ponsel, Rabu .Lalu, berdasarkan data Polda Sumut, lokasi korban meninggal lainnya berada di Kabupaten Nias Selatan 1 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Tapanuli Tengah 4 orang, Kota Sibolga 5 orang, dan Humbang Hasundutan 4 orang.Kemudian, di Kota Padang Sidempuan, seorang warga juga dilaporkan tewas hanyut terseret banjir."Untuk korban jiwa satu orang, diduga karena hanyut. Rumah yang terdampak sebanyak 240 KK atau sekitar 870 orang, serta satu rumah ibadah hanyut. Untuk kerusakan dan kerugian material masih dalam pendataan,” ujar Pelaksana Tugas Kalaksa BPBD Kota Padang Sidempuan, Dedi Iriansyah, Rabu .Baca juga: Banjir dan Longsor Tapteng Sumut, Betty Belum Bisa Hubungi Keluarga sejak Selasa PagiHingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian karena di sejumlah wilayah masih banyak korban yang hilang.Misalnya, di Humbang Hasundutan, ada empat korban banjir bandang yang belum ditemukan.Begitu juga dengan Kota Sibolga, masih ada empat orang yang dinyatakan hilang karena bencana alam ini.


(prf/ega)