Temui Pedagang di Pasar Senen, Menteri UMKM Tegaskan Bakal Cari Solusi Setelah Ada Larangan Impor

2026-01-17 04:59:27
Temui Pedagang di Pasar Senen, Menteri UMKM Tegaskan Bakal Cari Solusi Setelah Ada Larangan Impor
-Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menyatakan pemerintah sedang mencari formulasi untuk menjawab isu pedagang baju atau barang bekas.Fokusnya menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi pedagang tanpa menabrak aturan yang berlaku.“Kepentingan kami dan juga pemerintah di situ (keberlanjutan aktivitas ekonomi). Pedagang harus berjalan aktivitas ekonominya. Nanti kita akan cari formulasi terbaik, formulasi yang bisa mengakomodasi semua kepentingan ini, baik untuk pedagang maupun aturan lain,” kata Maman di sela kunjungan dan dialog di Pasar Senen, Jakarta, Minggu .Baca juga: Menteri UMKM Jamin Pedagang Thrifting Beralih Ke Produk Lokal Bisa Akses KURKunjungan itu mempertemukannya dengan pedagang baju thrifting.Ia menyebut pertemuan tersebut memberi gambaran kondisi di lapangan serta aspirasi pedagang yang ingin mempertahankan usaha.“Jadi saya pikir ini langkah bagus, yang terpenting ini bisa duduk bareng dulu. Kalau kita sudah bisa duduk bareng, enak. Jadi kita akan mencari solusi yang terbaik, dan yang terpenting kita tahu dulu kondisi riil di lapangan,” ujar dia.Maman menegaskan Presiden Prabowo Subianto sudah memberi arahan agar aktivitas perdagangan masyarakat tidak terganggu. Regulasi harus berjalan, namun ekonomi pedagang tetap diperhatikan.“Di satu sisi ada aturan, di satu sisi juga ada kepentingan perdagangan, aktivitas ekonomi juga harus diselamatkan. Nah ini nanti kita akan coba cari formulasinya,” kata Maman.“Saya melihatnya juga kita tidak bisa langsung mengambil langkah A, langkah B, langkah C. Yang terpenting, pokoknya kepentingan saya adalah pedagang harus berjalan aktivitas ekonominya,” ujarnya.Baca juga: Maman Klaim UMKM “Naik Kelas” Lampaui Target, KUR Capai Rp 238 TriliunSejumlah pedagang thrifting sebelumnya mendatangi gedung DPR RI untuk meminta usaha mereka dilegalkan.Dalam rapat dengan Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI, para pedagang menilai thrifting merupakan bagian dari UMKM dengan pasar yang berbeda, serta tidak layak disebut mengancam UMKM lokal.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Kamis menolak melegalkan usaha penjualan baju bekas, meskipun pedagang bersedia membayar pajak.Purbaya menyampaikan penolakan itu dilakukan untuk mencegah terbukanya pasar bagi barang ilegal.Apabila produk impor bekas mendominasi pasar domestik, pengusaha lokal berisiko tidak memperoleh manfaat ekonomi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-17 03:54