Tidak Semua Orang Butuh Tidur 8 Jam, Ini Penjelasan Pakar

2026-01-12 02:54:30
Tidak Semua Orang Butuh Tidur 8 Jam, Ini Penjelasan Pakar
- Tidur delapan jam per malam sering dianggap sebagai patokan ideal untuk semua orang. Padahal, kebutuhan tidur setiap orang bisa berbeda-beda dan tidak selalu ditentukan dari durasinya saja.Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur memang berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, kualitas tidur juga berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh dan kesehatan mental.Psikolog klinis sekaligus pakar tidur dan kognisi, dr. Tony Cunningham, mengatakan bahwa tidur tidak hanya soal jumlah jam, melainkan bagaimana tubuh mengatur dan menjalani proses tidur itu sendiri.“Tidur dipengaruhi oleh dua hal berbeda, yaitu tekanan tidur dan ritme sirkadian,” ujar Cunningham melansir dari CNN Health, Senin .Baca juga: Cara Melatih Anak Mandiri lewat Kamar Tidur, Simak Tips dari PsikologCunningham menjelaskan bahwa tekanan tidur akan meningkat seiring lamanya seseorang terjaga dan akan berkurang saat tidur. Inilah yang membuat tubuh terasa makin mengantuk setelah beraktivitas seharian.“Tekanan tidur itu seperti rasa lapar. Makin lama kita tidak tidur, dorongannya akan makin kuat,” kata Cunningham.Sementara itu, ritme sirkadian merupakan jam biologis alami tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun dalam 24 jam. Ritme ini bekerja secara otomatis dan dikendalikan oleh otak, bukan sekadar mengikuti jam atau kebiasaan.Baca juga: Apa Itu Ritme Sirkadian dan Sleep Pressure? Faktor Penting untuk Tidur BerkualitasMeski cahaya dan lingkungan sekitar dapat memengaruhi ritme sirkadian, sinyal utamanya tetap berasal dari sistem saraf. Hal inilah yang membuat seseorang bisa merasa lebih segar pada waktu tertentu, atau justru mengantuk pada jam-jam yang sama setiap hari.Jika tekanan tidur dan ritme sirkadian tidak selaras, misalnya akibat jadwal tidur yang tidak teratur atau sering berganti-ganti, kualitas tidur bisa menurun meski durasinya terlihat cukup.Baca juga: 6 Cara Tidur Kembali Saat Terbangun Tengah MalamMenurut Cunningham, membiasakan bangun pada jam yang sama setiap hari justru berdampak positif pada kualitas tidur dibandingkan memaksakan jam tidur tertentu.“Bangun di waktu yang konsisten bisa lebih membantu tubuh membangun pola tidur yang sehat dibandingkan memaksa tidur saat belum mengantuk,” ujarnya.Ia menyarankan agar seseorang baru berbaring di tempat tidur ketika benar-benar merasa mengantuk. Jika tidak bisa tertidur dalam 20-30 menit, itu menandakan tekanan tidur belum cukup.Dalam kondisi tersebut, aktivitas ringan seperti meditasi, mandi air hangat, atau meredupkan lampu bisa membantu tubuh bersiap untuk tidur.Baca juga: Sering Susah Tidur? Cobalah Mandi Gelap


(prf/ega)