Motif Judol, Pegawai Kantor Pos Takalar Aniaya Atasan dan Rampok Uang BLT Rp 600 Juta

2026-01-12 10:54:59
Motif Judol, Pegawai Kantor Pos Takalar Aniaya Atasan dan Rampok Uang BLT Rp 600 Juta
TAKALAR, - SG (43) pelaku perampokan Kantor Pos Takalar disebut terjerat hutang akibat judi online (judol). Hal ini diduga menjadi motif dirinya nekat menganiaya Kepala Kantor Pos Takalar, yang juga atasannya sendiri lalu menggondol uang ratusan juta rupiah. Padahal, uang itu akan dibagikan ke masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).Polisi menyebut, diperkirakan uang yang hilang sekitar Rp 600 juta. Saat ini, Polisi telah berhasil mengamankan Rp 433 juta dari tangan SG dan masih melakukan pencarian sisanya."Hasil koordinasi dengan PT Pos dan penyelidikan, diperkirakan ada Rp 600 juta uang yang hilang," kata AKP Hatta, Kasat Reskrim Polres Takalar, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin, .Pelaku SG, diketahui sebagai koordinator delivery center PT Pos Indonesia Cabang Takalar.Ia diringkus oleh aparat Reskrim Polres Takalar pada Sabtu, , sekitar pukul 22.00 Wita.Baca juga: Pelaku Perampokan Kantor Pos Takalar Dibekuk, Uang Rp 433 Juta Disimpan di Kandang AyamKasus perampokan ini terjadi pada Jumat, , saat kantor PT Pos Indonesia Cabang Takalar akan tutup usai melayani pencairan BLT.Sebelum melakukan aksinya, SG terlebih dahulu menganiaya Suwanto Tahir, yang merupakan kepala kantor PT Pos Indonesia Cabang Takalar.Korban dianiaya menggunakan palu, apar, serta badik. Setelah korban tak berdaya, SG kemudian mengambil kunci brankas dari korban dan menggasak uang ratusan juta rupiah.Baca juga: Kantor Pos di Takalar Dirampok, Kepala Kantor Terluka, Uang Ratusan Juta RaibSG kemudian kabur ke arah Makassar menggunakan sepeda motor operasi PT Pos Indonesia.Pada Sabtu, , SG ditangkap di kediamannya, Desa Bontolangkasa, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, bersama barang bukti Rp 433 juta yang disembunyikan di kandang ayam."Saat ini kami mengamankan Rp 433 juta, namun perkiraan awal jumlah yang hilang Rp 600 juta," kata AKP Hatta.Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap bahwa SG nekat melakukan aksinya karena tergiur setelah melihat uang ratusan juta rupiah yang akan dibagikan kepada masyarakat penerima BLT.SG juga diketahui terjerat utang piutang akibat ketagihan bermain Judol."Pelaku tergiur dengan yang banyak di depan matanya, pelaku juga terlilit utang dan memiliki kebiasaan bermain Judol," kata AKP Hatta.Selain uang tunai Rp 433 juta, polisi juga mengamankan satu buah palu dan apar yang ditemukan di lokasi kejadian.Baca juga: Kasus Penipuan oleh Anggota DPRD Takalar Seret Oknum Polisi, Brigadir MT Jadi TersangkaSementara badik yang digunakan untuk menikam korban masih dalam pencarian."Badik yang digunakan sementara dalam pencarian, dan pengakuan pelaku bahwa barang bukti tersebut ia buang ke Sungai Jeneberang," kata AKP Hatta.Sementara itu, korban saat ini dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, setelah sebelumnya menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle akibat luka di sejumlah bagian tubuhnya.


(prf/ega)