Update Korban Banjir Sumatera Barat: Meninggal 261 Jiwa, Hilang 72 Orang

2026-01-17 06:00:11
Update Korban Banjir Sumatera Barat: Meninggal 261 Jiwa, Hilang 72 Orang
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tidak ada penambahan jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat.Per Kamis malam ini, korban meninggal dunia di Sumatera Barat masih sama seperti Rabu kemarin, yakni 261 jiwa.Informasi diumumkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Senin pukul 17.00 WIB.Baca juga: Nomor Telepon Darurat di Sumatera Barat, dari BPBD, PMI, hingga DamkarBerikut rincian jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Sumatera barat berdasarkan kabupaten terdampak (data BNPB Kamis):Baca juga: Beruang Madu Muncul di Lokasi Bekas Banjir Bandang Agam, BKSDA Sumbar Turun TanganKabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak di Sumatera Barat, yang mencapai 163 jiwa.Sementara itu untuk sembilan kabupaten lainnya di Sumatera Barat tidak ada data korban jiwa.KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Sisa banjir di Pesantren Darul Abrar, di Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis Untuk data korban hilang di Sumatera Barat juga tidak berubah dari hari sebelumnya, yakni 72 orang dari empat kabupaten.Berikut rincian jumlah korban hilang di Sumatera Barat berdasarkan kabupaten yang terdampak:BNPB mencatat jumlah pengungsi banjir di Provinsi Sumatera Barat per hari ini mencapai 9.935 jiwa.Baca juga: 10 Korban Banjir di Agam Sumbar Tak Teridentifikasi Dimakamkan Secara Massal di Satu Liang LahatTotal, sampai dengan Kamis hari ini, jumlah korban jiwa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah 1.135 jiwa.Kemudian, korban yang masih belum ditemukan berkurang menjadi 173 orang dan warga yang mengungsi masih mencapai 489.864 jiwa.Demikian update data korban akibat banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat per Kamis malam.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-17 05:33