Rocky Hybrid: Mobil Pertama Daihatsu untuk Pembeli Kedua

2026-01-12 05:36:50
Rocky Hybrid: Mobil Pertama Daihatsu untuk Pembeli Kedua
JAKARTA, - Selama ini, Daihatsu identik sebagai merek yang dekat dengan konsumen kelas menengah ke bawah.Produknya pun dikenal ramah kantong dan menyasar first car buyer, alias pembeli mobil pertama.Namun, arah ini pelan-pelan bergeser.Baca juga: ETLE Diperkuat, Korlantas Targetkan 1.000 Kamera Baru pada 2026Kehadiran Rocky Hybrid yang dipasarkan mendekati Rp 300 juta menjadi sinyal bahwa Daihatsu mulai bermain di ceruk konsumen yang berbeda, lebih matang, berpengalaman, dan bukan lagi sekadar mencari mobil pertama.Budi Mahendra, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan bahwa meski setiap produk Daihatsu selalu mempertimbangkan pasar pembeli pertama, Rocky Hybrid membawa karakter yang lain. “Setiap kita mengeluarkan produk, misalnya Rocky Hybrid ini, memang Daihatsu target jualannya adalah first car buyer. Tapi untuk Rocky Hybrid ini juga mereka lebih ke second car buyer sebenarnya,” ujar Budi saat ditemui di Malang, Jawa Timur, Minggu . Daihatsu Rocky HybridBudi menjelaskan, ke depan, Daihatsu tidak lagi mengotakkan produk secara kaku hanya untuk pembeli pertama.Teknologi elektrifikasi, baik hybrid maupun listrik penuh, membuat segmen konsumennya menjadi lebih dinamis. “Jadi tiap-tiap mobil itu, walaupun misalnya nanti tidak tahu kapan apakah ada mobil hybrid atau mobil listrik, tentunya kita melihat pasarnya di mana. Tidak harus juga first car buyer, ini harus second car buyer. Kita melihat nanti dengan total kombinasi value, spek, dan price-nya itu akan masuknya di mana,” kata Budi.Baca juga: Diskon LMPV per Desember 2025 Bisa Sampai Rp 30 JutaDengan kata lain, roadmap elektrifikasi Daihatsu tak hanya sebatas menghadirkan model baru, tetapi juga memastikan harga, fitur, dan nilai yang ditawarkan benar-benar cocok dengan ceruk pasar yang ingin disasar.Meski tidak membeberkan model apa yang akan meluncur selanjutnya, Daihatsu tampak lebih berhati-hati.Tiap langkah elektrifikasi harus melewati studi mendalam, bukan sekadar mengikuti tren.Strategi ini menunjukkan bahwa Daihatsu tak lagi hanya bermain di segmen ekonomis.Mereka mulai meraba kebutuhan konsumen yang naik kelas, tetapi tetap mengincar value terbaik.Kehadiran Rocky Hybrid menjadi pembuka jalan bahwa Daihatsu tidak melulu tentang mobil murah.Mereka kini berada di fase transisi, membangun portofolio elektrifikasi yang lebih luas, dan tidak menutup kemungkinan menyasar segmen konsumen yang lebih premium dibanding sebelumnya.


(prf/ega)