Produksi Mobil LCEV Buatan Indonesia Tembus 800.000 Unit

2026-01-12 05:51:51
Produksi Mobil LCEV Buatan Indonesia Tembus 800.000 Unit
TANGERANG, – Industri otomotif nasional terus menunjukkan perkembangan pesat, terutama pada segmen kendaraan rendah emisi karbon (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV).Hal ini menjadi tonggak penting dalam transformasi menuju mobilitas ramah lingkungan.Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, mengatakan bahwa pada Triwulan III 2025, subsektor otomotif mencatat kontribusi 1,28 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto).Baca juga: BYD Racco Dijual di Indonesia? Ini Jawaban BYDPEXELS/TOM FISK Ilustrasi mobil.Pencapaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi besar sektor otomotif terhadap perekonomian nasional.Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memiliki 39 pabrikan kendaraan roda empat dengan kapasitas produksi mencapai 2,39 juta unit per tahun.Selain itu, terdapat 82 pabrikan kendaraan roda dua dan tiga dengan kapasitas produksi hingga 11,2 juta unit per tahun.Baca juga: Risiko Isi BBM Tanpa Keluar Mobil Menurut Pakar Keselamatan/KRISTIANTO PURNOMO Pekerja menyelesaikan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu . Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun.Selama periode Januari–September 2025, total produksi kendaraan roda empat mencapai 0,85 juta unit, dengan ekspor CBU 0,38 juta unit atau hampir 45 persen dari total produksi.Adapun kendaraan roda dua dan tiga mencatat produksi 5,25 juta unit, termasuk ekspor CBU 0,41 juta unit.“Sepanjang tahun 2022 hingga September 2025, produksi kendaraan rendah emisi karbon (LCEV) mencapai 878.000 unit, dengan melibatkan 274 industri komponen lokal serta menyerap 182.348 tenaga kerja,” ujar Setia dalam keterangan resmi, Minggu .“Kami optimis, kinerja industri kendaraan listrik nasional ini akan terus berkembang secara signifikan,” kata dia.Sementara itu, investasi pada kategori bus listrik, mobil listrik, serta motor listrik tercatat telah mencapai Rp 5,76 triliun.Dengan kapasitas produksi nasional untuk bus listrik sebanyak 4.100 unit per tahun, mobil listrik sekitar 110.660 unit per tahun, serta kendaraan roda dua dan tiga listrik sebanyak 2,51 juta unit per tahun.


(prf/ega)