TASHKENT, – Pertemuan Konsultatif ketujuh para Kepala Negara Asia Tengah digelar pada Minggu di Uzbekistan, di bawah kepemimpinan Presiden Shavkat Mirziyoyev.Pertemuan puncak ini turut dihadiri oleh Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Kirgistan Sadyr Japarov, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedov, serta Kepala Pusat Regional PBB untuk Diplomasi Preventif Asia Tengah, Kaha Imnadze.Menurut siaran pers kepresidenan Uzbekistan, pertemuan ini membahas sejumlah agenda penting, antara lain penguatan kerja sama regional dan pelaksanaan berbagai proyek strategis lintas negara.Baca juga: Uzbekistan Gegap Gempita Lolos Piala Dunia, Barisan Mobil Listrik Antre Diambil PemainPresiden Uzbekistan menyambut keikutsertaan Azerbaijan sebagai peserta penuh dalam format konsultatif ini.Ia menyebut langkah tersebut sebagai keputusan strategis yang mencerminkan kedekatan sejarah, budaya, dan nilai-nilai bersama di kawasan Asia Tengah dan Kaukasus Selatan.“Kita akan membangun jembatan kuat antara Asia Tengah dan Kaukasus Selatan, serta membuka ruang kerja sama tunggal untuk memperkuat konektivitas strategis dan stabilitas kawasan,” tegas Presiden Mirziyoyev.Dalam sambutannya, Presiden Uzbekistan juga menyoroti kemajuan integrasi regional selama beberapa tahun terakhir. Ia menyebut dialog terbuka antarnegara telah membuahkan solusi atas berbagai persoalan krusial, seperti penyelesaian sengketa wilayah, pembukaan perbatasan, kerja sama sektor air dan energi, serta pengembangan infrastruktur dan investasi.“Asia Tengah kini menjadi ruang pembangunan dinamis yang menawarkan peluang baru bagi pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.Ia menyebut, pada 2024, nilai perdagangan antarnegara Asia Tengah mencapai 10,7 miliar dollar AS. Sementara itu, total investasi di kawasan meningkat 17 persen dibanding tahun sebelumnya.Seiring penguatan kerja sama, sejumlah tantangan seperti terorisme, ekstremisme, dan kejahatan lintas negara juga menjadi perhatian bersama. Posisi Asia Tengah di panggung internasional pun kian menguat, ditandai oleh sinergi dalam format "Asia Tengah Plus" dan kesatuan suara di berbagai forum global.Presiden Mirziyoyev menekankan pentingnya memperkuat dasar kelembagaan kerja sama kawasan. Ia mengusulkan transformasi pertemuan ini menjadi format strategis yang disebut Komunitas Asia Tengah.Langkah awal yang diusulkan mencakup penyusunan aturan main baru, pembentukan sekretariat bergilir, dan peningkatan peran koordinator nasional menjadi utusan khusus presiden.Selain itu, Presiden Uzbekistan mengusulkan pembentukan Dewan Tetua yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat berpengaruh untuk memperkuat solidaritas dan identitas kawasan.Baca juga: Angklung Indonesia Menggema di Festival Jazz Internasional UzbekistanDi bidang ekonomi, Mirziyoyev menargetkan peningkatan volume perdagangan regional hingga dua kali lipat dalam jangka menengah.Ia menyoroti pentingnya menghapus hambatan administrasi, menyederhanakan prosedur perpajakan dan kepabeanan, serta mengembangkan kawasan industri bersama.
(prf/ega)
Presiden Uzbekistan Pimpin KTT Asia Tengah, Usul Bentuk Komunitas Regional
2026-01-11 15:04:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:32
| 2026-01-11 15:12
| 2026-01-11 13:54
| 2026-01-11 13:32










































