Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Meluas, Ini Beda Klaim Soal Tagihan dan Hak Bertemu Anak

2026-02-04 07:42:27
Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Meluas, Ini Beda Klaim Soal Tagihan dan Hak Bertemu Anak
- Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah memasuki babak baru.Situasi semakin melebar setelah kedatangan debt collector ke kediaman Sarwendah memicu rangkaian klarifikasi dari kedua belah pihak. Baik Ruben maupun Sarwendah memperlihatkan bahwa satu peristiwa dapat membuka kembali sejumlah isu yang telah muncul sejak perceraian resmi mereka.Lantas, bagaimana awal perseteruan mereka hingga bergeser ke masalah anak?Baca juga: Di Balik Drama Debt Collector, Ruben Onsu Sulit Temui Anak meski Kirim Rp 200 JutaKedatangan debt collector (DC) pada Jumat ke rumah Sarwendah menjadi pemicu rangkaian pernyataan dari kedua pihak. Pihak Sarwendah mengungkap insiden tersebut dalam konferensi pers karena menilai peristiwa itu berpotensi memengaruhi psikologis anak-anak.Di sisi lain, pihak Ruben melalui Minola Sebayang menilai persoalan cicilan mobil tersebut sebenarnya sudah selesai dibicarakan melalui pertemuan privat dengan kuasa hukum Sarwendah."Sudah ada pertemuan antara saya dengan kuasa hukumnya S (Sarwendah), untuk membicarakan bagaimana solusinya... karena itu kan spirit untuk menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan," ujar Minola, dikutip dari Kompas.com, Kamis . Perbedaan penilaian mengenai urgensi penyampaian insiden DC ke publik menjadi titik awal pergeseran konflik. Pihak Ruben mempertanyakan alasan diselenggarakannya konferensi pers, sedangkan pihak Sarwendah menegaskan alasan perlindungan terhadap kondisi anak-anak.Baca juga: Respons Lengkap Ruben Onsu dan Sarwendah Setelah Resmi Bercerai, Sama-sama Merasa LegaSetelah konferensi pers dari pihak Sarwendah, pihak Ruben memberikan respons dengan membuka rincian pengeluaran bulanannya. Menurut mereka, rincian itu menunjukkan tanggung jawab finansial Ruben Onsu setelah bercerai. Minola Sebayang merinci sejumlah pos yang masih dibayar Ruben, mulai dari transportasi, listrik, hingga kebutuhan rumah tangga."Apa sih rinciannya Rp 242 (juta) ini? Bensin, tol Rp 68 juta, sarang burung Rp 9 juta, listrik bagi dua," ujar Minola, dikutip dari Kompas.com, Kamis. Selain itu, ia juga menyebut item lain yang menurutnya termasuk kategori pengeluaran rutin. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-04 05:53