Laporan Liputan6.com dari Cina: Era Robot di Depan Mata, Indonesia Harus Siap Belajar

2026-01-12 18:12:05
Laporan Liputan6.com dari Cina: Era Robot di Depan Mata, Indonesia Harus Siap Belajar
Jakarta - Cina kini tak dapat dibantah sebagai penguasa teknologi dan industri robotik. Saat ini, jumlah perusahaan robot di negeri tirai bambu lebih dari 1,022 juta perusahaan.Provinsi Guangdong menjadi pusat terbesar dengan lebih dari 194 ribu perusahaan, termasuk kota Shenzhen yang kini memiliki 74.032 perusahaan robotik dan menjadi magnet inovasi.Jurnalis Delvira Hutabarat, berkesempatan melihat langsung robot buatan dari perusahaan Leju Robot, di Shenzhen, China pada akhir November 2025.AdvertisementKami berkenalan dengan robot manusia bernama Kuavo. Robot humanoid itu mencetak sejarah di ajang 15th National Games of China. Pada tanggal 2 November 2025 di Shenzhen, Kuavo menjadi pembawa obor dalam upacara relai obor, lalu berlari sekitar 100 meter sambil memegang obor seberat 1,6 kilogram.Dengan teknologi 5G-Advanced (5G-A), Kuavo bergerak dengan postur dan kecepatan yang menyerupai manusia.Kami diperkenakan bersalaman, saling menyapa dengan melambai tangan, dan menerima botol air dari rangan robot tersebut. Kuavo juga menunjukkan secara langsung kebolehannya dalam berlari. Wow sungguh pengalaman perdana melihat robot manusia yang menakjubkan.Sebagai informasi, Kuavo disebut mampu berlari 7 km/jam, melompat 20 cm, dan telah digunakan oleh perusahaan otomotif besar seperti NIO, BAIC, FAW Hongqi, dan BYD.Bagi China, keberhasilan di duni robot dan teknologi diperkuat oleh ekosistem industri yang lengkap, mulai dari komponen inti hingga produksi massal, serta ketersediaan tenaga riset lewat sistem pendidikan vokasi dan kolaborasi universitas–industri.China disebut tidak hanya mengandalkan pasar, melainkan lewat strategi kebijakan yang agresif. Pemerintah Shenzhen meluncurkan Rencana Aksi Robot Cerdas 2025–2027, yang mendukung riset teknologi inti seperti AI model besar, chip komputasi tepi, dan tangan bionik.Pemerintah bahkan menyediakan voucher komputasi untuk pelatihan AI, dan menargetkan lahirnya lebih dari 10 perusahaan bernilai di atas 10 miliar yuan sebelum 2027.Sementara di tingkat provinsi, Guangdong memberi subsidi hingga 50 juta yuan untuk proyek teknologi strategis dan insentif khusus bagi perusahaan inovatif. Untuk tingkat nasional, pemerintah China mendorong kerja sama kampus–industri dan riset komponen inti untuk mempercepat substitusi produk impor.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-12 16:40