Kisah Haru Pencarian Korban Longsor Sibolga, Ditemukan Setelah Libatkan Orang Pintar dan Anak Diminta Meminta Maaf

2026-01-12 06:17:12
Kisah Haru Pencarian Korban Longsor Sibolga, Ditemukan Setelah Libatkan Orang Pintar dan Anak Diminta Meminta Maaf
- Kisah haru datang dari upaya pencarian korban longsor di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara.Sejak bencana yang melanada pada 25 November 2025, tim gabungan, keluarga, dan warga terus menggali reruntuhan rumah dan tanah merah untuk menemukan jasad Ruhyan Malau (56).Pencarian berlangsung panjang, bahkan sempat menemui jalan buntu hingga keluarga memutuskan melibatkan orang pintar atau paranormal sebagai langkah terakhir.Proses panjang ini menimbulkan ketegangan dan haru, terutama ketika anak-anak Ruhyan diminta menyampaikan permintaan maaf sebelum jasad akhirnya dapat dievakuasi.Baca juga: Dilanda Hujan Deras, Upaya Cari Korban Longsor Sibolga lewat Anjing Pelacak TerhentiDilansir dari Tribun-Medan.com, Babinsa Kelurahan Aek Manis, Serda Asrul Efendi Sihite, mengatakan pencarian Ruhyan berlangsung panjang sejak longsor menimpa pemukiman pada 25 November.Keluarga yang hampir putus asa, namun belum ikhlas jika pencarian dihentikan. MEreka tetap bertekad melanjutkan pencarian jenazah Ruhyan.Pada Senin sebelumnya, keluarga bersama pemerintah setempat sepakat memutuskan memanggil paranormal sebagai upaya terakhir.Dalam upaya ini, paranormal memanggil ruh Ruhyan untuk dimasukkan ke tubuh seorang warga, lalu memberikan petunjuk di mana lokasi jasad berada.Baca juga: Kota Sibolga Sumut Kembali Terendam Banjir akibat Hujan Deras"Mau tidak mau kami harus mencari jalan di luar nyata menggunakan orang pintar. Yaitu kami menggunakan paranormal yang memanggil ruh korban dimasukkan ke orang lain untuk menunjukkan arah di mana posisi almarhum," kata Serda Asrul.Pria yang kerasukan itu meminta anak Ruhyan mengumandangkan adzan di atas rumah mereka yang sudah rata dengan tanah.Tak sampai di situ, ia juga meminta anak-anak menyampaikan permintaan maaf, dan meminta mantan istrinya agar tidak berada di lokasi pencarian.Semua permintaan tersebut dipenuhi keluarga. Satu per satu anak Ruhyan mengungkap permintaan maaf kepada almarhum."Setelah itu, seluruh keluarga disuruh meminta maaf dan setelah itu baru dia mau menunjukkan posisi jenazah di mana," sambungnya.Upaya yang dilakukan keluarga pada akhirnya membuahkan hasil yang diharapkan.Di tengah deru sebuah ekskavator kuning yang terus menggali reruntuhan tanah merah bekas longsor, seorang pria berteriak meminta kantong jenazah.


(prf/ega)