Hadapi Puncak Musim Hujan, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

2026-02-08 15:38:56
Hadapi Puncak Musim Hujan, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
JAKARTA, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara terjadi pada Januari 2026 mendatang.Sementara itu, puncak musim hujan di Sumatera bagian utara dan tengah diprediksi terjadi dari November 2025 hingga Desember 2025. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebut cuaca sebagian besar wilayah Papua dan Kalimantan masih panas sepanjang tahun ini."Jadi kita perlu waspada bahwa di bulan Januari, Februari masih akan masuk ke puncak musim hujan," ujar Faisal dalam Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin .Baca juga: /Lalu Muammar Q BMKG menyebutkan sebagian wilayah mengalami puncak musim hujan pada Januari 2026 mendatang, sedangkan lainnya pada Desember 2025.Faisal menjelaskan, saat ini Indonesia dikepung siklon bakung, siklon 93S, dan siklon 95S yang memicu curah hujan di beberapa wilayah.Oleh sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kantor SAR untuk bersiap menghadapi cuaca ekstrem melalui Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC.Faisal menyampaikan, petugas nantinya menyemai NaCl pada awan konvektif agar hujan jatuh di tempat lain, seperti perairan yang tidak berbahaya."Kalau sudah sampai misalnya di atas Jakarta, itu kami tebarkan kapur tohor atau CAO agar dia terpecah dan tidak terjadi hujan. Jadi Operasi Modifikasi Cuaca ini bisa untuk menyebabkan terjadi hujan atau mencegah terjadi hujan," jelas dia.Sejauh ini, ada enam provinsi yang melakukan OMC termasuk Jawa Barat dan Jawa Timur. OMC bakal dilanjutkan di Lampung, Jawa tengah, serta Bali. Dia menambahkan, operasi tersebut mampu menurunkan curah hujan hingga 20-50 persen.Baca juga: "Jadi ini sangat membantu untuk mengendalikan atau memitigasi bencana-bencana hidrometeorologi yang mungkin diakibatkan oleh cuaca ekstrim," imbuh Faisal.Di samping itu, BMKG turut memastikan kondisi cuaca untuk penerbangan dan pelayaran bersama Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav), dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Apabila cuaca buruk, pesawat ataupun kapal dilarang beroperasi sementara waktu."Di jalan-jalan utama juga kami membuat perkiraan cuaca, apakah di sana berawan, apakah hujan ataukah cerah. Ini di semua jalan-jalan utama juga kami pantau," tutur Faisal.BMKG juga mengembangkan platform impact based forecasting (IBF) guna memprediksi petir akan terjadi akibat kondisi cuaca yang ada di sekitarnya.Baca juga:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-02-08 15:31