Kreator Disabilitas dan UMKM, Kunci Folago (IRSX) Dorong Ekonomi Digital Inklusif

2026-01-11 14:48:03
Kreator Disabilitas dan UMKM, Kunci Folago (IRSX) Dorong Ekonomi Digital Inklusif
JAKARTA, — Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia kembali mendapat dorongan melalui program Folago Academy yang digelar PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX).Workshop yang digelar di Solo ini bertujuan memberdayakan konten kreator dan pelaku UMKM agar naik kelas dan kompetitif di era affiliate marketing dan social commerce.Sebanyak 480 konten kreator dari Solo dan sekitarnya, termasuk komunitas penyandang disabilitas, mengikuti workshop ini.Baca juga: Ekonomi Digital RI Diprediksi Naik 14 Persen, Tembus 99 Miliar Dollar AS di 2025FREEPIK/MACROVECTOR Ilustrasi kreator konten, profesi yang termasuk dalam gig economy.Mereka mendapatkan pembekalan mulai dari pembuatan konten, monetisasi lewat program affiliator, hingga kolaborasi dengan brand. Lebih dari separuh peserta menyatakan minat bergabung ke ekosistem MCN (Multi Channel Network) Folago.“Kami sangat bersyukur dengan capaian konversi yang baik. Banyak teman-teman yang langsung bergabung dengan Folago Corp," ujar Muhammad Aldiansya, Penanggung Jawab Folago Academy, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis ."Hasil ini menjadi bukti bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat, tetapi juga membuat peserta semakin percaya kepada Folago Corp sebagai wadah berkembangnya para kreator,” jelas Aldiansya.Sebagai informasi, materi workshop yang diberikan mencakup personal branding, storytelling, produksi konten efektif, strategi monetisasi, hingga memahami audiens sebagai kunci sukses affiliator.Baca juga: RUU Pekerja Gig Disiapkan, DPR Bidik Payung Hukum Pekerja Ekonomi Digital“Acara Folago Academy ini bertujuan sangat bagus banget karena bisa meningkatkan pemahaman kita tentang dunia afiliasi, dan harapanku setelah ikut acara ini penjualan aku meningkat lagi di TikTok,” kata Dyan, konten kreator disabilitas tunarungu asal Solo.Upaya ini sejalan dengan tren ekonomi digital Indonesia.Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, nilai ekonomi digital Tanah Air diproyeksikan mencapai hampir 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.672 triliun, naik 14 persen dibanding 2024.


(prf/ega)