Awas! Bitcoin Sentuh Level Terendah 7 Bulan, Peluang Rebound atau Jatuh Lebih Dalam?

2026-01-16 00:22:33
Awas! Bitcoin Sentuh Level Terendah 7 Bulan, Peluang Rebound atau Jatuh Lebih Dalam?
NEW YORK, - Prospek pergerakan bitcoin (BTC) menjelang akhir tahun kian suram. Data dari platform opsi Derive.xyz menunjukkan bahwa peluang bitcoin menutup 2025 di bawah 90.000 dollar AS kini mencapai 50 persen, sementara kemungkinan berakhir di atas 100.000 dollar AS hanya sekitar 30 persen. Tekanan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat pasar semakin waspada terhadap pelemahan lanjutan di aset kripto terbesar tersebut. Mengutip Reuters, pada perdagangan Kamis waktu New York, bitcoin melemah 4,2 persen ke posisi 86.681 dollar AS setelah sempat menyentuh level terendah dalam tujuh bulan. Padahal pada awal Oktober, bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi di 126.223 dollar AS. Sepanjang tahun ini, bitcoin sudah terkoreksi lebih dari 7 persen dan berada dalam jalur penurunan tahunan pertamanya sejak 2022. Analis menilai bitcoin kini bergerak di bawah rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari, yang membuatnya keluar dari radar investor berbasis tren.Baca juga: Warren Buffett Sebut Bitcoin Judi, Robert Kiyosaki Bantah Sean Dawson, Head of Research Derive.xyz, mengatakan harga bitcoin berada pada kondisi rentan dan cenderung melemah. Ia menilai sejumlah pendorong reli sebelumnya, seperti ekspektasi penurunan suku bunga, kini melemah sehingga tidak lagi mampu menopang momentum penguatan. “Harga BTC saat ini sangat rapuh dan condong ke sisi penurunan,” kata Sean Dawson. “Pendorong reli sebelumnya seperti penurunan suku bunga telah memudar, menghentikan momentum kenaikan harga. Dengan kata lain, sangat sedikit hal yang bisa menjadi sentimen bullish dalam waktu dekat.” Lanjut Dawson. Ia mencatat dalam sebulan terakhir total likuidasi posisi long dan short di pasar kripto mencapai 8,25 miliar dollar AS.Baca juga: Tren Koreksi Harga Bitcoin, Apa yang Perlu Dilakukan Investor? Salah satu tekanan terbesar datang dari sikap pejabat The Federal Reserve yang semakin berhati-hati terhadap pemangkasan suku bunga. Dengan inflasi yang dianggap masih terlalu tinggi, prospek penurunan suku bunga pada Desember semakin mengecil dan kondisi ini membebani berbagai aset berisiko, termasuk saham dan kripto. Dawson bahkan memperingatkan melemahnya valuasi saham teknologi dapat memicu volatilitas besar bagi pasar kripto dan membuka peluang bitcoin turun hingga 75.000 dollar AS, meskipun ia memperkirakan harga bisa pulih dengan cepat dari level tersebut. Derive.xyz juga mencatat konsentrasi besar kontrak opsi put bitcoin, sekitar 13.800 kontrak untuk harga strike 85.000 dollar AS yang jatuh tempo pada 26 Desember. Besarnya permintaan terhadap opsi put ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan investor untuk melindungi diri dari potensi penurunan harga lebih dalam.Baca juga: Tren Penurunan Harga Bitcoin Dipengaruhi Aksi Ambil Untung, Berlanjut Sampai Akhir Tahun?


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 23:43