116 Personel Gabungan Jaga Perayaan Natal di Gereja Immanuel Gambir

2026-02-04 18:16:25
116 Personel Gabungan Jaga Perayaan Natal di Gereja Immanuel Gambir
JAKARTA, - Sebanyak 116 personel gabungan menjaga jalannya perayaan Natal di GPIB Immanuel Jakarta di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis ."Personel gabungan Polri, TNI, ormas, dan unsur terkait lainnya," tutur Kapolsek Metro Gambir Kompol Rezeki R Respati saat diwawancarai Kompas.com, Kamis.Berdasarkan pantauan di lokasi, personel gabungan tersebut sudah mulai apel di halaman belakang gereja sekitar pukul 07.10 WIB.Apel itu dihadiri oleh para anggota polisi, TNI, anggota ormas dari Pemuda Pancasila (PP), hingga siswa dan siswi yang mengenakan pakaian pramuka.Baca juga: Menko Polkam, Panglima TNI, hingga Kapolri Cek Gereja Katedral dan ImmanuelSiswa dan siswi tersebut akan membantu kelancaran ibadah Natal di GPIB Immanuel.Mereka akan mengarahkan dan memberikan informasi kepada jemaat yang datang apabila mengalami kebingungan.Setelah melaksanakan apel, para personel gabungan tersebut langsung mengambil posisi masing-masing.Ada yang berjaga di area belakang gereja, depan gereja atau seberang Stasiun Gambir, dan juga area dalam rumah ibadah ini.Baca juga: Melihat Suasana Gereja Katedral Jakarta Jelang Misa Natal Pontifikal 2025...Sejauh ini, ibadah Natal di GPIB Immanuel belum dimulai, namun satu per satu jemaat mulai berdatangan dan memadati area dalam gereja.Ibadah misa pagi pertama yang akan digelar di gereja ini sekitar pukul 09.00 WIB yang akan dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta Pendeta Abraham Ruben Persang dengan mengusung tema 'Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan'.Tak hanya disaksikan secara langsung, ibadah di GPIB Immanuel Jakarta ini juga bisa disaksikan secara daring lewat YouTube GPIB Immanuel Jakarta.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 16:19