Donor Darah PAM JAYA Tembus Rekor MURI, Dirut Tekankan Semangat Kemanusiaan

2026-02-03 13:12:27
Donor Darah PAM JAYA Tembus Rekor MURI, Dirut Tekankan Semangat Kemanusiaan
PAM JAYA meraih Rekor MURI berkat kegiatan donor darah yang mencapai 1.989 pendaftar dan sebanyak 1.538 pendonor berhasil mendonorkan darahnya. Mengusung tema "Perempuan Peduli, Perempuan Menginspirasi", kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ibu dan HUT PAM JAYA ke-103 tahun.Adapun rangkaian Donor Darah PAM JAYA 2025 dilaksanakan selama tiga hari di enam wilayah DKI Jakarta. Pada 24 Desember 2025, pelaksanaan digelar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara dengan total 624 pendonor. Kemudian pada 27 Desember 2025, donor darah dilakukan di Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu dengan total 482 pendonor. Sementara saat puncak acara yang berlangsung pada 28 Desember 2025 di Jakarta Timur, tercatat ada 390 pendonor. "Pencapaian rekor MURI ini bukan hanya angka atau prestasi, tetapi cerminan kepedulian keluarga besar PAM JAYA kepada sesama. Seperti air yang kami alirkan setiap hari untuk kehidupan warga Jakarta, melalui donor darah ini kami ingin memastikan semangat kemanusiaan juga terus mengalir. Terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Semoga kebaikan ini menjadi energi positif bagi kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi Jakarta," ujar Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).Arief menyampaikan capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai komunitas, antara lain Daya Wanita PAM JAYA, Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, serta Komunitas Kebaya Jakarta.Tinjauan IPA Buaran hingga Penggalangan DanaPada puncak acara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno beserta jajaran turut mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran. Dalam kunjungannya, ia meninjau langsung kesiapan pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta serta memastikan keandalan infrastruktur pelayanan air minum perpipaan. Rano juga melihat langsung kegiatan donor darah yang digelar oleh PAM JAYA. Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Daya Wanita PAM JAYA dan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta terkait pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan sepanjang tahun 2026. Kerja sama ini menjadi penguatan sinergi antara PAM JAYA dan organisasi pemberdayaan masyarakat untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh warga Jakarta.Sejalan dengan itu, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta akan melakukan pemberian bantuan 1.000 toren air gratis di awal tahun 2026 kepada warga Jakarta yang berada jauh dari titik suplai air minum perpipaan.Aksi solidaritas juga diwujudkan melalui dukungan PAM JAYA untuk masyarakat yang terdampak musibah di Sumatera. Hingga 28 Desember 2025, penggalangan dana bertajuk "103 Tahun PAM JAYA Mengalirkan Kepedulian untuk Sumatera" telah mencapai Rp208.457.672.Selain itu, bantuan tahap pertama telah disalurkan melalui BPBD DKI Jakarta pada 18 Desember 2025, berupa 236 paket sembako serta 20 toren air. Bantuan tahap berikutnya akan diberangkatkan pada 31 Desember 2025, terdiri atas IPA Mobil kapasitas 0,5 liter/detik (2 unit), Water Purifier kapasitas 0,5 liter/detik (8 unit), mobil tangki air kapasitas 4 m³ (10 unit), serta dukungan delapan operator dan 15 pengemudi mobil tangki air. Melalui kegiatan donor darah ini, PAM JAYA menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan air minum perpipaan, namun juga melalui aksi kemanusiaan. Sinergi Pemprov, BUMD, komunitas perempuan serta masyarakat menjadi kekuatan untuk mengalirkan kebaikan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-03 11:31