Satgas Damai Cartenz Ungkap KKB Papua Kini Didominasi Generasi Muda, Lebih Berani dan Sulit Diprediksi

2026-02-02 10:51:19
Satgas Damai Cartenz Ungkap KKB Papua Kini Didominasi Generasi Muda, Lebih Berani dan Sulit Diprediksi
JAYAPURA, – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kini banyak diisi oleh generasi muda yang dinilai lebih berani dan sulit diprediksi dibandingkan kelompok sebelumnya.Kasatgas Hubungan Masyarakat (Humas) Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Yusuf Sutejo mengatakan, keterlibatan kelompok usia muda membuat pola gerakan dan serangan KKB semakin agresif.“KKB kini banyak diisi oleh kelompok usia muda. Mereka lebih berani dan sulit terprediksi dibandingkan generasi sebelumnya,” ungkap Yusuf dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Rabu .Baca juga: Satgas Damai Cartenz Catat Ada 15 Anggota KKB Tewas dan 20 Lainnya Ditangkap Sepanjang 2025Menurut Yusuf, generasi muda Papua yang tergabung dalam KKB berani melakukan serangan terhadap aparat TNI/Polri maupun warga sipil kapan saja, termasuk saat hari-hari ibadah.“Target mereka juga tak pandang bulu, baik TNI/Polri, warga sipil, guru dan tenaga kesehatan menjadi sasaran mereka (KKB),” ujarnya.Ia menyebut, karakter generasi muda dalam KKB ini membuat situasi keamanan di Papua semakin dinamis dan membutuhkan kewaspadaan tinggi dari aparat.Yusuf menjelaskan, berbagai aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan KKB yang didominasi anak-anak muda tersebut lebih dilatarbelakangi upaya mencari perhatian dan eksistensi.“Motif mereka lebih kepada eksistensi dan mencari perhatian ditingkat lokal maupun internasional,” katanya.Baca juga: Anggota KKB Iron Heluka Dibekuk Saat Bakar Lapak Gorengan di YahukimoSepanjang Januari hingga Desember 2025, Satgas Operasi Damai Cartenz telah mengamankan 29 pucuk senjata api, 4.194 butir amunisi, 45 magazen, dua bahan peledak, 93 senjata tajam dan panah, serta 57 dokumen terkait aktivitas KKB.Selain itu, Satgas juga mengidentifikasi 44.171 tautan yang digunakan untuk menyebarkan propaganda pro-KKB melalui berbagai platform digital.Dalam periode yang sama, sebanyak 15 anggota KKB tewas akibat melakukan perlawanan bersenjata. Sementara 20 anggota KKB lainnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di Papua.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-02 10:46