Ekonomi Sirkular: Solusi Masa Depan Indonesia untuk Kelestarian Lingkungan dan Pertumbuhan Ekonomi

2026-01-15 00:54:12
Ekonomi Sirkular: Solusi Masa Depan Indonesia untuk Kelestarian Lingkungan dan Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta Dunia saat ini dihadapkan pada tantangan global yang serius, mulai dari krisis perubahan iklim, polusi yang merajalela, hingga hilangnya keanekaragaman hayati. Model ekonomi linear yang selama ini mendominasi, dengan pola "ambil-pakai-buang", terbukti tidak berkelanjutan dan justru memperburuk kondisi lingkungan.Kementerian PPN/Bappenas bahkan menyebutkan bahwa salah satu permasalahan lingkungan terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah triple planetary crises, yaitu perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Konsep ekonomi linear hanya fokus pada penambahan nilai dalam proses produksi dan konsumsi, lalu membuang produk yang tidak lagi memiliki nilai guna ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), yang pada akhirnya menyebabkan TPA kelebihan kapasitas.Namun, harapan baru muncul melalui konsep Ekonomi Sirkular, sebuah solusi transformatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Artikel ini akan mengulas tuntas apa itu Ekonomi Sirkular, konsep intinya, contoh penerapannya di berbagai negara, strategi implementasinya di Indonesia, serta efektivitasnya dalam mengatasi masalah lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi baru. Jadi simak informasi selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa .Advertisement


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-14 23:32