Pengerukan Kali di Jakbar Kembali Berjalan, Alat Dipasangi GPS agar Terpantau

2026-01-12 15:31:25
Pengerukan Kali di Jakbar Kembali Berjalan, Alat Dipasangi GPS agar Terpantau
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melanjutkan pengerukan kali di wilayah Jakarta Barat setelah sempat mandek selama lima tahun. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menyebutkan langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan banjir di ibu kota."Karena waktu itu perintah Pak Pram dan Bang Rano ke tim transisi memang untuk segera melakukan pengerukan dengan alat yang ada. Kita masuk di tengah, anggaran 2025 sudah diketok, jadi langkah tercepat tanpa perlu biaya besar adalah pengerukan secara terus-menerus," kata Ima di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu .Menurut Ima, beberapa kali yang pengerjaannya sempat berhenti kini kembali dilanjutkan di Jakarta Barat. Di antaranya Kali Grogol, Kali Pesanggrahan, Kali Sekretaris, dan Kali Mookervart.Selain itu, normalisasi di Kali Ciliwung terus berjalan sebagai bagian dari proyek multiyears Pemprov DKI."Alhamdulillah, seperti kali-kali yang turapnya belum selesai, sekarang dilanjutkan lagi oleh Mas Pram dan Bang Dul. Ini semua proyek multiyears yang bertahap," ujarnya.Ima menjelaskan, saat ini Pemprov DKI memiliki sekitar 250 alat berat yang digunakan untuk pengerukan di semua wilayah di seluruh DKI, termasuk Jakarta Barat. Semua alat tersebut kini dilengkapi GPS agar aktivitasnya bisa terpantau secara real time."Makanya waktu apel persiapan, Bang Doel sampaikan semua alat dipasang GPS. Jadi kita bisa tahu kerjanya di mana saja. Jangan sampai sudah beli alat mahal, tapi malah menganggur," ungkapnya.Ia juga memastikan pengerukan sudah mulai berjalan sejak enam bulan lalu, setelah Gubernur Pramono dan Wakil Gubernur Rano Karno dilantik. Masyarakat, menurut Ima, mulai merasakan hasilnya."Banyak warga yang kirim kabar ke kami, bilang kali di dekat rumahnya sudah dikeruk lagi. Selama ini kan lama nggak disentuh," ucapnya.Selain pengerukan, Ima menyebutkan Pemprov DKI mempercepat pembangunan saluran air yang selama ini belum tersedia di sejumlah wilayah Jakarta Barat. Menurut dia, langkah ini penting mengingat curah hujan diprediksi bisa mencapai 500 milimeter per bulan."Masih banyak wilayah yang ternyata belum punya saluran air. Jadi itu harus dikejar juga, supaya air hujan bisa langsung teralirkan," kata politikus PDI Perjuangan itu.Ia berharap pengerjaan kali dan saluran air yang kini berjalan bisa memberikan dampak signifikan dalam mengurangi genangan di wilayah rawan banjir."Mudah-mudahan kita bisa lihat hasil nyata dari pengerukan ini. Karena ini bukan kerja instan, tapi proses yang terus berkelanjutan," pungkas Ima.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-12 14:19