Pembuat Patung Macan Viral di Kediri: Dibuat 18 Hari dan Dibayar Rp 2 Juta

2026-01-15 12:24:54
Pembuat Patung Macan Viral di Kediri: Dibuat 18 Hari dan Dibayar Rp 2 Juta
KEDIRI,  - Pematung macan putih yang viral di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Suwari (60) mengaku menyelesaikan pengerjaan patung tersebut hanya selama 18 hari.Warga Desa Balongjeruk itu diketahui merupakan pelaku seni ludruk. Sebelum vakum karena usia, dia aktif sebagai pemukul kendang penampilan ludruk.Suwari mengatakan, dirinya merasa sudah membuat patung tersebut sesuai dengan yang diinginkan kepala desa dan telah mengerahkan segenap kemampuannya untuk merealisasikan patung macan putih tersebut"Itu kan permintaan Pak kepala desa. Untuk membuat patung macan putih sesuai cerita desa. Sudah sesuai dengan gambar, hanya beda lorengnya. Di gambar kuning, di sini loreng putih disesuaikan cerita,” ujar Suwari pada wartawan, belum lama ini.Baca juga: Pengakuan Pembuat Patung Macan di Kediri, Sengaja agar Tak Takuti Anak-anakSuwari pun menyebut, ongkos yang didapatnya dari pembuatan patung tersebut sebesar Rp 2 juta yang anggarannya didapatkan dari kepala desa.Dia lalu mengerjakan pembuatan patung macan putih dengan sistem borongan atau borong kerja. Sedangkan belanja material mulai dari semen, pasir, besi, maupun kawat sebagai bahan baku patung tersebut disiapkan oleh kepala desa.Suwari mengaku, menyelesaikan pekerjaan itu selama 18 hari dan dilakukannya seorang diri tanpa bantuan kuli atau pematung lainnya. Itu pun tiap harinya dikerjakan hanya setengah hari saja."Saya mborong kerja. Saya kerjakan sendiri selama 18 hari tanpa bawa kuli,” katanya.Baca juga: Heboh Patung Macan Putih di Kediri yang Mirip Zebra, Kades Beri PenjelasanSementara itu, Kepala Desa Balungjeruk, Safi'i mengatakan, total biaya pembuatan patung macan putih meliputi ongkos pematung dan seluruh material yang dibutuhkan sebesar Rp 3,5 juta.Safi'i pun memastikan hingga bersumpah seluruh anggaran biaya tersebut bukan dari dana pemerintah atau dana desa, melainkan murni dari kantong pribadinya.“Bil haq (bersumpah) anggarannya bukan dari dana desa. Dari saya sendiri,” ujar Safi'i, belum lama ini.Sebelumnya diberitakan, patung macan putih di Desa Balongjeruk tersebut menyedot perhatian masyarakat karena wujudnya yang dianggap tidak proporsional.Penggambaran anatomi tubuh macan dinilai melenceng jauh dari sosok hewan yang selama ini dikenal sangat gagah itu.Baca juga: Kepala Desa Sebut Anggaran Patung Macan Mirip Zebra di Kediri dari Kocek Pribadi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-15 11:17