SEMARANG, - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan area istirahat di jalan tol sebagai salah satu tolok ukur keramaian arus lalu lintas selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa area istirahat menjadi patokan karena merupakan titik jenuh dan lelah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.Baca juga: Penumpang Libur Nataru Mulai Meningkat di Terminal Purabaya, Tujuan Malang Paling Banyak"Rest area itu jadi patokan karena menjadi titik jenuh, titik lelah masyarakat yang melakukan perjalanan. Sehingga itu untuk kendaraan istirahat, recovery fisik keluarga agar tetap sehat selama perjalanan," kata Luthfi di Rest Area KM429 Tol Semarang-Solo Kabupaten Semarang, Selasa .Ia menambahkan, keberadaan area istirahat juga dapat menghidupkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meminimalisir kepadatan lalu lintas."Siapkan diri untuk arus mudik dan balik, keluarga menunggu di rumah. Selain itu juga masih ada pekerjaan setelah liburan ini, diatur yang baik," ujarnya.Baca juga: Disporapar Jateng Larang Parkir Liar dan Minta Pengelola Wisata Tak Naikkan Tiket saat NataruMenurut Luthfi, secara umum arus lalu lintas yang melintas di Jawa Tengah terhitung normal dan tidak ada yang menonjol."Libur Nataru ini terhitung normal dan flat ya. Arus dari Jakarta atau Surabaya dan Jawa Barat yang di Jawa Tengah tidak ada yang menonjol," kata Luthfi.Jawa Tengah menyediakan total 25 area istirahat dan 31 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan tol.Luthfi memperkirakan mobilitas masyarakat di Jawa Tengah selama Nataru mencapai sekitar 8,7 juta orang."Dengan banyaknya orang yang masuk ke Jawa Tengah, di harapkan perputaran ekonomi juga meningkat. Diharapkan hotel dan UMKM kita bisa ramai karena mobilitas warga saat Nataru. UMKM kita akan hidup kembali,” ucapnya.Selain itu, Luthfi juga meminta wali kota dan bupati mewaspadai bencana alam dengan mitigasi yang cepat."Saya juga meminta wali kota dan bupati mewaspadai bencana alam, mitigasi harus cepat. Ancaman itu longsor, banjir, dan rob karena prediksi BMKG harus dicermati, semua unsur Tagana harus disiapkan," ujar Luthfi.
(prf/ega)
Pemprov Jateng Jadikan Rest Area Tolok Ukur Keramaian Nataru
2026-01-11 03:58:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:08
| 2026-01-11 03:48
| 2026-01-11 03:31
| 2026-01-11 02:14
| 2026-01-11 01:45










































