Seorang Karyawan Diduga Tenggelam di Sungai Mahakam, Arus Deras Hambat Pencarian

2026-01-12 18:06:55
Seorang Karyawan Diduga Tenggelam di Sungai Mahakam, Arus Deras Hambat Pencarian
SAMARINDA, – Seorang karyawan PT Kalamur bernama Arbainsyah (45) dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Kamis sore.Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita ketika korban tengah memindahkan kayu dari kapal menuju dermaga perusahaan.Diduga, Arbainsyah terpeleset dari atas kapal dan jatuh ke sungai yang saat itu berarus deras.“Rekan kerja sempat mencoba menolong, tapi arusnya kuat dan korban langsung terseret,” ujar Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi.Baca juga: Seluruh Korban Kapal Ferry Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan, Total 8 Orang Meninggal DuniaUsai menerima laporan, Tim Search and Rescue Unit (SRU) Pos SAR Samarinda langsung dikerahkan ke lokasi kejadian di sekitar dermaga PT Kalamur, Loa Buah.Tim tiba di titik koordinat 0°34'6.30"S – 117°4'49.90"E sekitar pukul 17.55 Wita.“Personel kami membawa perahu karet, peralatan selam, dan perlengkapan komunikasi untuk mendukung operasi di lapangan,” kata Mardi.Ia menambahkan, arus Sungai Mahakam di sekitar lokasi cukup deras, sehingga penyelaman dilakukan dengan penuh kehati-hatian namun tetap intensif.Baca juga: Jasad Pemuda Ditemukan Mengapung di Sungai Mahakam, Begini KronologinyaOperasi pencarian melibatkan Basarnas, Polairud Polda Kaltim, BPBD Samarinda, pihak PT Kalamur, serta relawan setempat.Tim menyisir area perairan dan sekitar dermaga untuk menemukan tanda-tanda keberadaan korban.“Koordinasi lintas instansi sangat membantu mempercepat pencarian. Kami juga mengapresiasi warga yang aktif memberikan informasi di sekitar lokasi,” tambah Mardi.Hingga Kamis malam, Arbainsyah belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan esok hari dengan pola penyisiran di permukaan air dan penyelaman di titik-titik yang dicurigai.“Jika masyarakat melihat sesuatu yang mencurigakan di sekitar Sungai Mahakam, segera laporkan ke kami,” imbau Mardi.


(prf/ega)