BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 14-15 Desember 2025

2026-01-11 22:17:50
BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 14-15 Desember 2025
- Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang pada Minggu serta Senin .Hal tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya.Sehingga masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar.“Terus memantau informasi terkini dari BMKG, baik melalui media sosial @infoBMKG, atau aplikasi InfoBMKG, agar dapat merencanakan kegiatan dengan lebih nyaman,” terang BMKG.Masyarakat juga diimbau untuk menghindari area terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang.Selain itu, diimbau juga agar menjauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang terlihat rapuh demi keamanan.Baca juga: Indonesia Tak Lagi Aman dari Siklon Tropis, Apa Penyebabnya?Dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan menunjukkan bahwa terdapat beberapa bibit siklon tropis di sekitar Indonesia.Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia barat Lampung masih berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.Selain itu, Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba, yang dapat membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang.BMKG juga memprakirakan perpaduan fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal akan mempengaruhi cuaca di Indonesia hingga sepekan ke depan.Salah satu fenomena global tersebut adalah Dipole Mode Index (DMI) yang saat ini tercatat bernilai −0.63.Baca juga: Kenali Beda Tanda Hujan Deras Berdurasi Singkat dan Gerimis yang Berlangsung LamaNilai DMI tersebut mengindikasikan adanya potensi peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.Kemudian, terdapat kondisi suhu muka laut yang hangat di pesisir barat Sumatera, perairan selatan Nusa Tenggara Timur, dan Papu.Selain itu, kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang ditandai dengan nilai indeks Nino 3.4 sebesar -0.45 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +2.7.Kondisi tersebut tidak signifikan terhadap peningkatan potensi hujan di wilayah Indonesia bagian timur.Pada skala regional, ada Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator yang aktif di beberapa lokasi Samudra Hindia, berkontribusi terhadap peningkatan awan hujan.Baca juga: Mengapa Awan Mendung Bisa Terlihat Terang Saat Malam?Dilansir dari laman resmi, berikut prakiraan BMKG mengenai wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada 14-15 Desember 2025:Baca juga: Ramai soal Kemunculan “Rip Current” di Pantai Parangtritis dan Disebut Berbahaya, Apa Itu?Baca juga: BMKG Rilis 13 Zona Megathrust di Indonesia, Mana yang Potensi Gempanya Terbesar?


(prf/ega)