Kalender Jawa 15 Desember 2025, Cek Pasaran dan Arti Weton Hari Ini

2026-02-03 13:40:59
Kalender Jawa 15 Desember 2025, Cek Pasaran dan Arti Weton Hari Ini
- Simak penjelasan kalender Jawa hari ini Senin, 15 Desember 2025 yang memasuki bulan baru dalam penanggalan Jawa.Weton hari ini juga diyakini menyimpan arti khusus menurut primbon Jawa.Weton sendiri adalah hari kelahiran seseorang menurut penanggalan Jawa, yang merupakan kombinasi antara hari (Senin, Selasa, Rabu, dan seterusnya) dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).Masyarakat Jawa masih mempercayai perhitungan weton yang konon katanya kita bisa mengetahui watak, karier, cinta, rezeki, hingga keberuntungan seseorang.Terkait nilai tradisi, masyarakat Jawa memiliki kebiasaan untuk menentukan hari baik sebelum melaksanakan berbagai kegiatan penting dengan berpedoman pada perhitungan weton dalam Kalender Jawa.Baca juga: Kalender Jawa Minggu Ini 14-20 Desember 2025, Ada Weton Jumat Kliwon di Wuku Julung PujutTradisi ini masih dipercaya karena sebagian masyarakat menganggap weton memiliki makna spiritual dan nilai kesakralan yang kuat.Berikut penjelasan mengenai makna weton hari ini, lengkap dengan arti neptu dan pasaran menurut ajaran primbon Jawa.Kalender Masehi: 15 Desember 2025Kalender Jawa: 24 Jumadilakir 1959 DalPasaran: LegiWeton: Senin LegiNeptu: 9Wuku: Julung PujutDalam Primbon Jawa, weton kelahiran seseorang diyakini dapat menggambarkan masa depan, termasuk karakter dan sifat dasar yang dimiliki.Menurut perhitungan Primbon Jawa, hari Senin memiliki nilai neptu 4, sementara pasaran Legi bernilai neptu 5.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 14:05