Risma Kehilangan Rumah dan Barang Akibat Banjir Medan, Hanya Bisa Bawa Baju di Badan

2026-01-11 04:12:55
Risma Kehilangan Rumah dan Barang Akibat Banjir Medan, Hanya Bisa Bawa Baju di Badan
MEDAN, – Risma (37) menjadi salah satu saksi hidup dari ribuan warga yang terdampak banjir besar di Medan.Rumahnya yang berada di Gang Manggis, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, tenggelam hingga seluruh isinya hanyut, Kamis malam.Menurut Risma, banjir mulai mendekati rumahnya sekitar pukul 01.00 WIB dan dalam empat jam posisi air sudah mencapai sekitar satu meter.“Karena airnya sudah sepinggang, saya bawa anak-anak ke depan, daerah benteng,” kata Risma saat ditemui di pengungsian masjid At-Tarbiyah, Pasar IV, Lingkungan VIII, Kelurahan Terjun, Sabtu malam.Baca juga: Ajak Bupati Ayahwa Sisir Pengungsi Banjir Malam Hari, Gubernur Aceh: Ini Banjir MahadahsyatIa menceritakan bahwa satu jam berikutnya, air semakin naik. Mereka bertahan hingga pukul 22.00 WIB malam, sebelum akhirnya pindah ke rumah warga yang bertingkat dua di Gang Labu.Tidak lama kemudian, Risma dan keluarganya harus mengungsi ke masjid.“Kami naik sampan, karena gak bisa jalan, air sudah seleher orang dewasa,” ujarnya sambil duduk beralaskan tikar bersama dua anaknya.Risma mengatakan seluruh isi rumahnya hanyut terbawa banjir, hanya bagian seng rumah yang terlihat tersisa.Buku, baju sekolah, dan semua barang berharga hilang tak terselamatkan.“Ini pun kami kemarin beli baju serba Rp 35 ribu, kalau nggak kami gak ganti baju. Buku, dan baju sekolah anak gak ada lagi,” tuturnya sedih.Di pengungsian, Risma dan keluarga masih mendapat makanan dari pengurus masjid, berupa nasi, mie instan, dan telur.Melihat kondisi yang dialami, Risma pun memohon bantuan kepada pemerintah.“Pak Bobby tolong lah kami, apa pun yang dikasih kami terima, tapi ya, segera lah pak, kami sangat-sangat butuh. Wali Kota juga, kami tolong dibantu pak. Kami sudah nggak punya harapan lagi, cuman dari pemerintah lah kami minta tolong,” pinta Risma.Penasehat masjid At-Tarbiyah, bermarga Butar-butar, menyebutkan bahwa awalnya pengungsi di masjid mencapai 700 orang.Namun sebagian telah pulang, sementara yang tersisa adalah mereka yang rumahnya masih terendam.“Jadi, bantuan pemerintah belum ada. Ini semua dari swadaya masyarakat. Mudah-mudahan ada perhatian Pemerintah, kita syukuti,” ucapnya.Situasi ini menyoroti perlunya respon cepat pemerintah dan distribusi bantuan yang merata, terutama bagi pengungsi yang kehilangan seluruh harta benda akibat banjir di Medan.


(prf/ega)