Testimoni Pemilik Honda Monkey 125, Rasa Berkendara Sampai Servis

2026-02-02 18:39:37
Testimoni Pemilik Honda Monkey 125, Rasa Berkendara Sampai Servis
JAKARTA, — Honda Monkey 125 menjadi salah satu motor unik yang punya banyak penggemar. Ukurannya kecil, tampilannya klasik, tapi tetap menawarkan keandalan khas motor Honda.Hal itu pula yang membuat Andika Wiryawan jatuh cinta pada motor mungil ini. Ia mengaku rela berburu unitnya meski dapat dengan harga yang tidak murah.Baca juga: Komunitas Aion Hyptec Touring ke Kuningan, Camping Pakai Mobil Listrik“Saya memang suka motor kecil atau motor mini. Sebenarnya saya lebih suka yang klasik (Z50), tapi dulu barangnya susah dicari dan harganya mahal. Waktu itu saya juga belum punya keberanian buat beli," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa .Gayung bersambut, sebab Honda kemudian merilis "Monkey milenial" alias Monkey 125. Motor itu resmi dibawa ke Indonesia.Foto: Dok Pribadi Honda Monkey 125 Andika WiryawanNamun rupanya mendapatkan Monkey 125 ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena peminatnya tinggi sehingga berebut unit.“Lalu Honda ngeluarin versi baru yang 125 cc, saya pikir ini lebih enak dan gampang didapat. Akhirnya saya inden, tapi ternyata sudah habis, jadi saya nyerah dan beli unit atas nama orang,” katanya.Baca juga: Strategi VinFast Maksimalkan Penjualan Sambil Menunggu PabrikMeski sempat membayar lebih dari harga resmi, Andika mengaku rasa puas akhirnya terbayar begitu motor impiannya datang.“Memang ada harga tambahan di atas price list resmi, tapi rasa waktu akhirnya dapet motor itu, terus bisa riding dan lihat orang jarang punya, semua terbayar,” ujarnya.Bukan hanya karena tampilannya yang lucu, Andika mengatakan tertarik dengan sejarah panjang Honda Monkey yang sudah menjadi ikon motor mini dunia.Foto: Dok Pribadi Honda Monkey 125 Andika Wiryawan“Saya suka bentuk dan sejarahnya. Saat dipakai juga rasanya beda, ada sensasi yang lebih ‘fun’. Walau tenaganya kecil, justru bikin santai,” ujarnya.Andika mengatakan, motor berukuran mungil ini memang lebih cocok digunakan untuk aktivitas di dalam kota atau sekadar berkendara santai.Odometer Monkey 125 milik Andika kini sudah menembus 3.333 kilometer, dan sejauh ini tidak ada masalah berarti.Baca juga: Apakah Mobil CVT Berisiko untuk Dikendarai di Daerah Berbukit?“Dipakainya juga nyaman banget, yang 125 itu cocok buat harian, nggak bikin capek. Cuma minusnya dia single seat, nggak bisa boncengan dan nggak ada bagasi. Jadi kalau mau bawa jas hujan, paling nambah side bag atau top box,” katanya.Foto: Dok Pribadi Honda Monkey 125 Andika WiryawanDari sisi perawatan, Andika mengatakan bahwa Monkey 125 termasuk mudah dan murah. Dirinya bahkan biasa melakukan servis ringan seperti ganti oli sendiri di rumah.Baca juga: Kencang dan Halus, Begini Rasa Berkendara Civic RS e:HEV“Perawatannya juga simpel banget. Mesin minim perawatan, asal dipakai benar. Cukup rutin ganti oli, filter oli, filter udara, dan rantai. Oli variatif, saya pakai yang harga sekitar Rp 130.000, filter olinya agak mahal, sekitar Rp 120.000,” ujar Andika.Menurut Andika, Honda Monkey 125 bukan sekadar motor kecil untuk bergaya, tetapi kendaraan yang praktis dan menyenangkan yang bahkan bisa dipakai setiap hari.“Monkey merupakan motor mungil legendaris yang unik. Riding sensation-nya beda dari motor biasa, tampilannya lucu tetapi tetap reliable khas Honda,” tutupnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-02 16:13