FILONOMICS: "Ramalan" Tjoe Ay soal Pesta Pora Saham 2026

2026-02-05 15:18:55
FILONOMICS:
JAKARTA, - Founder sekaligus Chief Marketing Officer & Partner di Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi atau Tjoe Ay, memproyeksi sektor-sektor saham yang akan "pesta pora" pada 2026.Ia menilai kinerja pasar saham di 2026 akan jauh lebih baik dan meningkat dibandingkan 2025. Hal itu dia sampaikan dalam program Filonomics Podcast di Youtube Kompas.com yang berjudul: Ramalan Saham 2026 Cerah, Sektor Mana Paling Cuan?.“Tapi pada dasarnya saham global itu tahun ini juga enggak jelek lah sekalipun di Amerika Serikat (AS). Mereka juga All Time High (ATH) tahun ini. Negara lain juga kan dan (2026) akan terus berlanjut,” ujarnya, Rabu .Baca juga: Eforia Usai, Sejumlah Saham dan Kripto Terafiliasi Trump RontokTjoe Ay bilang, pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) akan menjadi salah satu sentimen utama yang mendongkrak pergerakan saham ke depan.Salah satu sektor saham yang berpeluang tetap menguat adalah sektor-sektor milik para konglomerat.“Tahun ini kan banyak Konglo, tahun depan juga konglo lagi. Cuma ganti orangnya saja siapa. Mungkin tahun depan (2026) bisa tambang, tahun ini (2025) CPO doing well,” kata dia.Kinerja emiten ritel juga diprediksi masih akan tetap menguat di 2026. Hal itu lantaran didorong oleh kombinasi faktor fundamental ekonomi dan momentum musiman.Baca juga: Market Order Kian Diminati, Transaksi Saham Makin Cepat di BEI/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING Founder sekaligus Chief Marketing Officer & Partner di Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi atau Tjoe Ay, dalam program Filonomics, Jakarta .Di sisi lain, Tjoe Ay juga tetap mengingatkan untuk tetap hati-hati memilih saham. Sebab ia mensinyalir ada perusahan-perusahaan yang tidak jelas rekam jejaknya dan hanya ingin mendapatkan dana publik lewat IPO.  Pembahasan lengkap proyeksi saham 2026 oleh Tjoe Ay bisa disaksikan di Youtube Kompas.com dalam program FILONOMICS: Ramalan Saham 2026 Cerah, Sektor Mana Paling Cuan?.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-05 15:46