Pemkot Makassar Buka Peluang Kerja Sama Strategis dengan Yokohama

2026-01-14 23:18:02
Pemkot Makassar Buka Peluang Kerja Sama Strategis dengan Yokohama
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri Asia Smart City Conference (ASCC) 2025 di Yokohama, Jepang. Pada kesempatan ini, Munafri membangun jejaring global dan memperkuat kolaborasi antara Makassar dan Yokohama.Munafri juga melakukan pertemuan langsung dengan Wali Kota Yokohama, Takeharu Yamanaka, sekaligus bertukar cenderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen kerja sama antar kedua kota."Kehadiran kita pada ASCC 2025 merupakan momentum penting untuk memperkuat posisi Makassar, sebagai kota yang berkomitmen pada keberlanjutan dan transformasi teknologi," jelas Munafri dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11/2025)."Pertemuan ini menjadi momentum baru dalam hubungan Makassar-Yokohama, tidak hanya dalam bidang pengembangan kota berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang strategis di sektor ketenagakerjaan dan peningkatan kapasitas SDM," tambahnya.Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin kota membahas rencana kerja sama lanjutan. Hal ini termasuk peluang penyerapan tenaga kerja asal Makassar untuk bekerja di berbagai sektor di Yokohama. Keduanya juga berdiskusi tentang program pelatihan resmi dari Pemerintah Kota Yokohama."Ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi warga Makassar sekaligus memperluas akses ekonomi dan peluang kerja di tingkat internasional," katanya.Dorong Kerja Sama StrategisPertemuan ini membuka babak baru kerja sama strategis antara dua kota pelabuhan besar di Asia. Menurutnya, Makassar dan Yokohama memiliki banyak kesamaan."Saya merasa benar-benar diterima dan menemukan banyak kesamaan antara Yokohama dan Makassar," ujarnya.Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan baik Kota Makassar dan Yokohama, merupakan kota pelabuhan utama dengan sejarah panjang sebagai pusat perdagangan, pelayaran, dan perniagaan di kawasan masing-masing.Ia menegaskan pengalaman dan keberhasilan Yokohama dapat menjadi contoh berharga bagi Makassar dalam memperkuat posisi strategisnya di Indonesia."Yokohama berdiri sebagai contoh cemerlang dari inovasi, budaya, dan semangat komunitas. Saya sangat senang kesempatan bertukar pikiran dan memperkuat hubungan dengan Wali Kota Yamanaka," jelasnya.Pada pertemuan ini, kedua wali kota juga bertukar pengetahuan soal inovasi perkotaan dan penguatan kebijakan pembangunan berkelanjutan."Saya berharap dapat belajar dari kepemimpinan beliau dan mengeksplorasi peluang kolaborasi demi kemajuan komunitas kita," tambah Munafri.Dukung Asian Circular Cities DeclarationDi forum ASCC 2025, Pemkot Makassar juga menandatangani Asian Circular Cities Declaration, sebuah deklarasi bersama yang diluncurkan pada 25 November 2025. Para wali kota dan pemimpin kota Asia melakukan penandatanganan publik (public signing) sebagai bentuk dukungan menuju ekonomi sirkular, netral karbon, dan pembangunan kota berkelanjutan.Deklarasi ini akan disampaikan kepada organisasi internasional seperti ICLEI serta lembaga-lembaga PBB untuk mendapatkan dukungan resmi dan memperkuat implementasinya.Melalui kehadiran dan kontribusinya di ASCC 2025, Pemkot Makassar menegaskan posisinya sebagai kota yang aktif dalam jejaring global. Hal ini juga memperkuat langkah menuju masa depan yang lebih cerdas, hijau, dan berkelanjutan"Jadi, hari ini pembukaan Asia smart city conference, di hari pertama bapak Wali Kota Makassar (Pak Munafri) memberi sambutan karena menjadi bagian dari pemimpin kota di Asia. Dan menandatangani Asian Circular Cities Declaration," jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem.Sebagai informasi, Asia Smart City Conference (ASCC) 2025 berlangsung pada 25-27 November 2025 di Pacifico Yokohama North, Yokohama, Jepang. Tahun ini, ASCC 2025 mengusung tema 'Towards a Circular Society Promoting the Circular Economy and Carbon Neutrality'.Acara ini merupakan forum strategis yang mempertemukan para pemimpin kota, lembaga internasional, akademisi, dan sektor swasta untuk membahas pembangunan kota berkelanjutan, ekonomi sirkular, serta upaya menuju karbon netral.Turut hadir pada acara ini tokoh-tokoh penting seperti Bambang Brodjonegoro dari Asian Development Bank Institute (ADBI), Cleo Kawawaki dan Francois Jenny dari Asian Development Bank (ADB), Ivonne Bojoh dari Circle Economy, A. Buargav Teja dari Andhra Pradesh Capital Region Development Authority India, Gubold Baatar dari Hunnu City Development Corporation Mongolia, Arnold Tukker dari Leiden University hingga Kremena Ionkova dari World Bank.Hadir pula Joy Blessilda Sinay dari ADBI sebagai salah satu pengisi sesi diskusi. Kolaborasi gagasan lintas negara ini menempatkan Makassar sejajar dengan kota-kota besar Asia yang memimpin pergerakan menuju kota cerdas dan berkelanjutan.Lihat juga Video Optimalkan Layanan Kesehatan, Pemkot Makassar Rilis Mobil Dottoro' Ta[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-14 22:54