Tim Kesehatan UNAIR Rawat Korban Bencana di Aceh Tamiang , Luka Infeksi Paling Banyak Ditemui

2026-02-05 11:11:30
Tim Kesehatan UNAIR Rawat Korban Bencana di Aceh Tamiang , Luka Infeksi Paling Banyak Ditemui
SURABAYA, - Posko kesehatan yang didirikan Universitas Airlangga (UNAIR) mulai dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan longsor.Posko tersebut berlokasi di lahan Klinik Abah, Kecamatan Kejuruan Muda, Kuala Simpang yang sebelumnya tidak dapat beroperasi akibat fasilitas dan alat kesehatannya rusak terendam banjir.Seluruh rumah sakit dan puskesmas di Aceh Tamiang mengalami kondisi serupa, lumpuh akibar banjir.Baca juga: RSUD Aceh Tamiang Lumpuh, 10 Pasien Meninggal Dunia saat BanjirSelain terendam air dan lumpur, banyak alat kesehatan yang rusak sehingga tidak bisa digunakan.UNAIR segera mengirimkan tim kesehatan gabungan dari Fakultas Kedokteran (FK) Unair, RS UNAIR, dan RS Dr. Soetomo (RSDS) pada 6 Desember 2025.Tim kesehatan UNAIR langsung bergerak cepat membuka posko dan memberikan pelayanan medis dasar kepada warga.Baca juga: Kisah Desa di Aceh Tamiang yang Nyaris Hilang dan Rata dengan Tanah, Hanya Sisakan MasjidLayanan kesehatan dan obat-obatan diberikan oleh tim dokter yang terdiri dari dokter spesialis anestesi, dokter bedah ortopedi, serta tiga dokter residen.Sejak kemarin, warga terdampak mulai berdatangan ke posko untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.Dosen FK UNAIR sekaligus staf RS Dr. Soetomo (RSDS), M Hardian Basuki mengungkapkan salah satu kasus yang ditangani yakni luka terinfeksi akibat terkena pecahan kaca dan besi.Baca juga: Bau Menyengat Tercium, Warga: Masih Banyak Mayat Korban Banjir Belum Ditemukan di Aceh Tamiang“Kami melakukan pembersihan jaringan mati dan perawatan luka secara profesional dengan anestesi lokal,” jelas Hardian melalui pers rilis, Minggu .Ia menuturkan kasus luka infeksi merupakan keluhan yang banyak ditemui pascabencana.Terutama ketika masyarakat harus beraktivitas di lingkungan yang penuh material tajam, kotor, dan sulit mendapatkan perawatan medis segera.Tim kesehatan di posko ini beranggotakan dr Airi Mutiar, SpAn (K), dr Arya Wiradewa, dr Yehezkiel Edward dan dr Zulfikar Loka Wicaksana.Selanjutnya, jumlah tim kesehatan dan obat-obatan akan segera ditambah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-05 08:40