- Anak yang terjatuh belum tentu langsung merasa sakit. Namun, kepanikan orang dewasa di sekitarnya justru sering menjadi pemicu anak menangis dan ketakutan.Respons lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk reaksi emosional anak saat mengalami insiden kecil seperti jatuh.Dokter spesialis anak, dr. Miza Afrizal, Sp.A., menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, anak yang terjatuh sebenarnya belum tentu mengalami nyeri berat. Namun, respons orang-orang di sekitarnya sering kali menjadi faktor utama yang memicu reaksi emosional anak.“Sebagian besar, respons anak itu ditentukan oleh respons orang di sekitarnya,” kata dr. Miza dalam acara Serunya Parenting #PakeYangBening di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat .Baca juga: Plester Luka Anak Tak Boleh Sembarangan, Ini 4 Hal yang Harus DiperhatikanMenurut dr. Miza, ada pola yang hampir selalu sama ketika anak terjatuh. Anak biasanya tidak langsung menangis, melainkan berhenti sejenak dan melihat ke sekelilingnya.“Anak kalau jatuh, yang pertama dilakukan adalah dia melihat dulu orang di sekitarnya, responsnya gimana,” ujar dr. Miza.Jika orang dewasa di sekitarnya terlihat panik, teriak, atau menunjukkan ekspresi cemas berlebihan, anak akan menangkap sinyal bahwa situasi tersebut berbahaya. Akibatnya, rasa takut anak meningkat dan tangisan pun muncul.“Tadinya dia enggak terlalu takut, tapi begitu melihat orang dewasa panik, dia jadi takut,” jelasnya.Sebaliknya, jika orang di sekitarnya tetap tenang, anak cenderung ikut tenang dan dapat menilai situasi dengan lebih objektif.Baca juga: Dear Moms, Jangan Anggap Sepele Luka Kecil sang Buah HatiSecara medis, dr. Miza menjelaskan bahwa anak sering kali tidak mengalami rasa sakit seberat yang dialami orang dewasa saat terjatuh. Salah satu alasannya berkaitan dengan perbedaan tinggi badan dan gaya benturan yang diterima tubuh.“Force jatuhnya lebih pendek dibandingkan orang dewasa,” kata dr. Miza.Karena gaya benturan lebih kecil, rasa nyeri yang dirasakan anak juga sering kali lebih ringan. Namun, kondisi ini bisa berubah ketika anak melihat kepanikan dari orang dewasa di sekitarnya.“Sebenarnya jatuhnya enggak sakit-sakit banget, jadi terasa sakit karena dia panik duluan. Tadinya enggak kepengin nangis, malah jadi nangis,” ujarnya.Baca juga: 3 Cara Merawat Luka Ringan agar Cepat Sembuh Menurut DokterDalam situasi anak terjatuh, dr. Miza menyarankan orang dewasa untuk tidak langsung bereaksi berlebihan. Sikap tenang justru membantu anak menilai kondisi tubuhnya sendiri.Menurutnya, jika anak memang merasa sakit, ia akan menangis dengan sendirinya. Namun, jika tidak, anak sering kali bangkit dan kembali bermain setelah memastikan situasi aman.Sikap ini bukan berarti mengabaikan keselamatan anak, melainkan memberi kesempatan bagi anak untuk mengenali dan mengelola emosinya tanpa tekanan tambahan.Di sisi lain, dr. Miza mengingatkan bahwa reaksi berlebihan dari orang dewasa justru bisa memperkuat rasa takut anak terhadap kejadian jatuh. Anak dapat belajar bahwa setiap jatuh adalah peristiwa yang menakutkan, meskipun sebenarnya ringan.“Yang tadinya dia enggak takut, malah jadi takut,” kata dr. Miza.Dalam jangka panjang, pola ini dapat membuat anak lebih mudah panik, takut jatuh, dan sulit mengendalikan emosinya saat menghadapi kejadian kecil.Baca juga: Orangtua, Ini Cara Anak Ungkapkan Emosi dengan Sehat Menurut Pakar
(prf/ega)
Respons Orang Dewasa Menentukan Reaksi Anak Saat Terjatuh
2026-01-13 06:19:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:21
| 2026-01-13 05:45
| 2026-01-13 05:34
| 2026-01-13 05:30
| 2026-01-13 05:03










































