Head to Head Timnas U22 Indonesia Vs Mali: Pertemuan Pertama dalam Sejarah

2026-02-03 08:52:51
Head to Head Timnas U22 Indonesia Vs Mali: Pertemuan Pertama dalam Sejarah
- Timnas U22 Indonesia akan melakoni partai uji coba menghadapi Mali dalam rangkaian persiapan jelang tampil di SEA Games 2025 di Thailand.Duel Timnas U22 Indonesia vs Mali akan digelar dua kali pada 15 dan 18 November di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.Pertemuan Indonesia dan Mali menjadi kali kedua digelar di tahun ini dengan dua tim yang berbeda.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Vs Mali, Dua Babak Krusial Penentu Nasib Pemain untuk SEA GamesPada Agustus lalu di ajang Piala Kemerdekaan 2025, Indonesia dan Mali sama-sama saling berhadapan dengan tim U17 mereka yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U17 2025.Hasilnya, Mali berhasil memenangi laga dengan skor 2-1 sekaligus merebut gelar juara.Duel kali ini giliran tim U22 dari Indonesia dan Mali yang akan saling berhadapan untuk pertama kalinya dalam sejarah.Meski begitu, Timnas U22 Indonesia tentu bertekad membalaskan dendam tim U17 yang sempat dikalahkan Mali pada Piala Kemerdekaan 2025 lalu.Baca juga: Prediksi Line-up Timnas U22 Indonesia Vs Mali, Ivar Jenner Main?Timnas U22 Indonesia belum pernah menghadapi Mali sepanjang sejarah, dan pertemuan nanti menjadi yang perdana bagi keduanya.Kedua tim sejatinya tidak sama-sama mengenal, terlebih dengan kultur sepak bola yang berbeda.Mali U22 yang kali ini di bawah asuhan Foussini Diawara membawa seluruh pemain terbaiknya yang didominasi para pemain yang tersebar di Eropa.Baca juga: Berpisah dengan Timnas U22 Indonesia, Gerald Vanenburg: Kalian Selamanya di Hati SayaSelain itu, Mali juga datang dengan persiapan matang termasuk sempat melakoni empat laga uji coba melawan Panama, Perancis, Arab Saudi, dan Jepang.Hasilnya, Mali kalah melawan Panama (1-2), serta menang melawan Perancis (5-6 pen), Arab Saudi (7-8 pen), dan Jepang (3-2).Sementara itu, Timnas U22 Indonesia baru melakoni dua laga uji coba melawan India U23 dengan hasil kekalahan 1-2 dan imbang 1-1.Instagram @timnasindonesia Pemain timnas U17 Indonesia Muhamad Al Gazani Dwi Sugandi dijaga pemain Mali pada laga pamungkas Piala Kemerdekaan 2025 yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin malam.Meski akan menjadi laga pertama yang akan digelar, pertemuan Timnas Indonesia dan Mali sebenarnya sudah terjadi pada ajang Piala Kemerdekaan 2025 lalu.Saat itu, Mali yang diwakili tim U17 menantang Timnas U17 Indonesia dalam rangka persiapan menuju Piala Dunia U17 2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-02-03 07:05