Tergerus Modernisasi, Warga Berjuang Kembalikan Wajah Asli Kota Paris di Bogor

2026-01-12 03:49:13
Tergerus Modernisasi, Warga Berjuang Kembalikan Wajah Asli Kota Paris di Bogor
BOGOR, - Kota Paris di Kota Bogor, Jawa Barat, bukan sekadar nama, tetapi menjadi saksi bisu masa kolonial Belanda.Terletak di Jalan Semboja–Pasar Mawar, Kota Bogor, area ini dulunya merupakan permukiman elite yang hanya ditempati pegawai sipil dan militer.Suasana teduh, pepohonan besar, serta aliran Sungai Cidepit yang jernih membuat area ini terasa jauh dari hiruk-pikuk kota.Baca juga: Menelisik Kota Paris di Bogor, Jejak Permukiman Kolonial yang Tak Lagi AsriSeiring berjalannya waktu, banyak rumah asli di Kota Paris yang direnovasi atau diganti. Ruang hijau menyusut dan kepadatan penduduk pun meningkat./HAFIZH WAHYU DARMAWAN Potret Kota Paris Bogor pada zaman dahulu Akibatnya, wajah asli area ini mulai terkikis dan generasi muda hampir tidak lagi mengenali identitas historisnya.Bagi warga lama, hal ini menjadi kekhawatiran besar karena Kota Paris bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi bagian dari warisan budaya Bogor."Lantas karena asri, enak, teduh dulu ya jadilah sebutannya Kota Paris. Hampir sama seperti Paris (suasananya)," kata Neni, ketua RT setempat, Jumat .Kesadaran untuk mengembalikan wajah asli Kota Paris muncul dari warga yang peduli dengan sejarahnya.Mereka tidak ingin warisan masa kolonial dan estetika permukiman elite hilang begitu saja. Dari diskusi hingga pembentukan asosiasi, warga mulai menyusun strategi untuk memulihkan suasana dan keasrian Kota Paris.“Untuk membalikkan lagi Kota Paris, kita ada satu asosiasi untuk back to zaman dulu lagi. Jadi keasriannya, kebersihannya gitu. Kita punya satu misi ke situ," kata Neni.Ia menambahkan, gerakan kecil itu juga memberi harapan baru bahwa Kota Paris bisa kembali mendapat tempat sebagai kawasan bersejarah di tengah pertumbuhan Kota Bogor.Baca juga: Munasain, Museum di Bogor yang Menanti Revitalisasi"Pengen dirawat lagi. Mungkin juga jadi kota wisata gitu. Jadi kan kebersihannya dulu kan, kita lagi berjalan ke situ,” ujar Neni.Langkah ini menjadi semacam gerakan kolektif, bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk menjaga nilai sejarah dan membentuk rasa memiliki pada generasi muda.Perubahan zaman membawa tekanan besar pada Kota Paris. Rumah-rumah lawas dengan arsitektur Eropa banyak yang dibongkar dan diganti dengan desain modern yang tidak lagi mencerminkan karakter lama./HAFIZH WAHYU DARMAWAN Potret Kota Paris pada masa kiniTak bisa dimungkiri, setiap pemilik rumah memiliki hak atas bangunannya, begitu pula warga yang tinggal di dalamnya.


(prf/ega)