- Candi Preah Vihear, yang terletak di perbatasan Thailand dan Kamboja, tidak hanya terkenal karena keindahan arsitektur khas Khmer. Situs ini juga dikenal karena peranannya dalam sengketa teritorial yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Keindahan candi yang mencerminkan kejayaan arsitektur Khmer ini juga menjadi simbol penting dalam identitas nasional kedua negara meski dibalut dengan ketegangan politik yang tak kunjung usai.Lantas, apa yang perlu diketahui dari Candi Preah Vihear yang menjadi rebutan Thailand dan Kamboja?Baca juga: Pengelompokan Candi di IndonesiaCandi Preah Vihear, yang dibangun pada abad ke-11, berdiri megah di atas dataran tinggi yang menghadap ke dataran rendah Kamboja. Candi ini terdiri dari serangkaian bangunan suci yang terhubung dengan jalan paviliun dan tangga sepanjang 800 meter. Desain arsitektur yang menyesuaikan diri dengan kondisi alam sekitar menjadikan candi ini contoh luar biasa dari arsitektur Khmer, mencerminkan keahlian teknik dan seni pada zaman Kerajaan Khmer. Menurut laman resmi UNESCO, Candi Preah Vihear adalah mahakarya arsitektur Khmer yang sangat murni baik dalam rancangan maupun dekorasinya.Baca juga: Mengenal Cerita pada Relief Candi WisnuDilansir dari SPICE Stanford, Candi Preah Vihear menjadi objek sengketa teritorial antara Thailand dan Kamboja selama beberapa dekade. Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan keputusan yang mengakui kepemilikan Kamboja atas candi ini, berdasarkan peta topografi yang dibuat oleh Prancis pada tahun 1907. Meskipun keputusan tersebut telah diterima secara resmi oleh komunitas internasional, Thailand terus mempertanyakan keabsahan keputusan tersebut. Keputusan ICJ ini menetapkan bahwa Candi Preah Vihear berada di wilayah Kamboja, meskipun akses ke situs tersebut lebih mudah melalui Thailand.Di balik keindahan arsitekturnya, Candi Preah Vihear juga menjadi titik pusat sengketa antara Thailand dan Kamboja. Sejak masa kolonial, wilayah sekitar candi telah menjadi subjek perselisihan. Keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) pada tahun 1962 yang menguntungkan Kamboja terkait kepemilikan candi tidak menghentikan klaim Thailand terhadap situs ini. Thailand tetap menganggap Candi Preah Vihear sebagai bagian dari warisan mereka.Akibat sengketa terkait situs ini, kedua negara telah membawa sengketa lama ke permukaan kembali. Baca juga: Mengenal Bagian-bagian CandiPada tahun 2008, Kamboja mengajukan permohonan untuk menjadikan Candi Preah Vihear sebagai situs warisan dunia UNESCO, yang kembali memicu ketegangan dengan Thailand. Pemerintah Thailand menentang permohonan ini, mengklaim bahwa wilayah sekitar candi termasuk dalam wilayah mereka. Protes besar-besaran di Thailand terjadi, dengan beberapa kelompok nasionalis menganggap langkah Kamboja tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan Thailand.Meskipun terjebak dalam sengketa, Candi Preah Vihear seharusnya menjadi simbol budaya yang menghubungkan Thailand dan Kamboja. Banyak orang yang tinggal di sekitar candi memiliki leluhur yang sama, dan kedua negara berbagi warisan budaya yang kaya. Candi ini dapat menjadi titik temu antara kedua negara, bukan hanya sebagai sumber ketegangan.Baca juga: Perbedaan Langgam Candi di Indonesia
(prf/ega)
Candi Preah Vihear, Antara Warisan Budaya dan Sengketa Thailand-Kamboja
2026-01-12 12:54:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 13:39
| 2026-01-12 12:43
| 2026-01-12 12:39
| 2026-01-12 11:49
| 2026-01-12 11:13










































