Media Asing Soroti Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Utara, Apa Kata Mereka?

2026-02-05 13:08:47
Media Asing Soroti Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Utara, Apa Kata Mereka?
- Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kawasan di Sumatera Utara tidak hanya memicu keprihatinan masyarakat Indonesia.Bencana hidrometorologi tersebut juga menarik perhatian luas dari media internasional.Beragam kantor berita asing menyoroti tingginya angka korban meninggal, besarnya kerusakan permukiman, hingga gelombang pengungsian yang memaksa ribuan warga mencari tempat aman.Dalam laporannya, mereka juga menyinggung bagaimana cuaca ekstrem musiman dan dampak perubahan iklim diduga memperparah skala bencana.Berikut rangkuman pemberitaan media asing menggambarkan tragedi tersebut.Baca juga: 7 Fakta Terbaru Banjir dan Longsor Sibolga: Korban Tewas, Rumah Rusak, dan Sinyal LumpuhAP News pada Rabu melaporkan bahwa banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara telah menewaskan sedikitnya 17 orang dan membuat enam lainnya hilang.Media asal Amerika Serikat itu menekankan hujan deras selama sepekan memicu luapan sungai, menyapu desa-desa perbukitan, dan meninggalkan kerusakan luas.Akses menuju enam kabupaten terdampak pun terhambat akibat material lumpur, batu, dan pohon tumbang.Sibolga disebut sebagai wilayah dengan dampak terbesar. Hingga, petugas menemukan lima jenazah, tiga korban luka, serta masih mencari empat warga yang hilang.Sementara, di Tapanuli Tengah, longsor menghantam sejumlah rumah dan menewaskan satu keluarga berisi empat orang.Banjir juga merendam hampir 2.000 rumah dan bangunan, memperparah kondisi pengungsian dan penanganan darurat di wilayah tersebut.Baca juga: Di Sekolah Langganan Banjir, Tri Sugiyono Basuh Mental Siswa dengan Seberkas dan Antar Prestasi...Laporan Al Jazeera pada Rabu menyoroti dampak banjir yang mengakibatkan sebuah jembatan ambruk.Media itu menggambarkan bagaimana hujan monsun yang mengguyur Sumatera selama berhari-hari, memicu banjir bandang dan longsor.Di Mandailing Natal, sebuah jembatan utama roboh hingga memutus akses bagi penduduk sekitar.Sebanyak 470 rumah dilaporkan terendam banjir. Kerusakan infrastruktur membuat distribusi bantuan semakin menantang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-05 13:36