Gerakan Penanaman 21.000 Pohon, Polres Dumai Ajak Pelajar Hijaukan Sekolah

2026-01-13 12:31:55
Gerakan Penanaman 21.000 Pohon, Polres Dumai Ajak Pelajar Hijaukan Sekolah
Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggencarkan penanaman 21.000 pohon menyongsong Hari Pohon Nasional 2025. Polres Dumai memulai inisiasi tersebut dengan mengajak para pelajar menghijaukan sekolah.Polres Dumai melalui Polsek Bukit Kapur melakukan penanaman pohon di SMPN 11 Dumai, pada pagi tadi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai komitmen dukungan terhadap program Kapolda Riau, Green Policing.Dengan mengusung tema 'Polri Peduli Lingkungan dan Mendukung Gerakan Nasional Penghijauan', anggota Polsek Bukit Kapur bersama siswa-siswi dan guru SMPN 11 gotong-royong menanam 22 pohon berbagai jenis, mulai dari mahoni hingga durian. Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Polsek Bukit Kapur. Angga mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata dalam menyelamatkan masa depan."Penanaman pohon ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi masa depan," ujarnya."Pohon-pohon yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi," sambungnya. Angga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari program penghijauan yang sedang digencarkan oleh Polres Dumai. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat di Kota Dumai agar melindungi alam dengan menanam pohon."Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Mari kita bersama-sama menciptakan Dumai yang lebih hijau, bersih, dan sehat," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-13 12:09