Kemenkeu: Realisasi Anggaran Ketahanan Pangan Capai Rp 93,4 Triliun

2026-01-14 09:31:44
Kemenkeu: Realisasi Anggaran Ketahanan Pangan Capai Rp 93,4 Triliun
JAKARTA, - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, realisasi Anggaran Ketahanan Pangan Tahun 2025 per 31 Oktober mencapai Rp 93,4 triliun.Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu RI, Tri Budianto, mengatakan, serapan itu setara dengan 64,6 persen dari alokasi anggaran tahun 2025 sebesar Rp 144,6 triliun.“Realisasi Anggaran Ketahanan Pangan Tahun 2025 itu sampai dengan saat ini, ya, sampai dengan 31 Oktober kemarin, ini belum kami update, Rp 93,4 triliun ya, atau sekitar 64 persen dari APBN-nya,” kata Tri dalam media briefing di Kantor Desa Curug, Klari, Karawang, Jakarta Barat, Selasa .Baca juga: Kemenkeu Bantah Purbaya Usulkan MBG Diganti Uang Tunai: HoaksTri mengakui, realisasi anggaran itu bisa saja dibilang rendah.Namun, dalam konteks alokasi anggaran untuk proyek infrastruktur, realisasi keuangan biasanya tidak sejalan dengan realisasi pembangunan fisik.Proyek pembangunan di lapangan sudah berjalan, namun realisasi keuangan terlambat.Dalam kasus lain, proyek sudah ditenderkan, namun anggaran belum terealisasi.“Jadi sebetulnya tinggal lakukan pembayaran saja pada saat dia jatuh tempo kontraknya,” ujar Tri.Dari realisasi Rp 93,4 triliun itu, sebanyak Rp 6,6 triliun atau 60 persen dari pagu digunakan untuk cetak sawah dan intensifikasi lahan seluas 160,5 ribu hektar.Lalu, untuk pekerjaan umum seperti bendungan, terdapat Rp 11,9 triliun dengan rincian bendungan 83,1 persen dari target, irigasi 48,7 persen dari target, dan operasi serta pemeliharaan sumber daya alam (SDA) 72,1 persen dari target.Kemudian, Operasi Investasi Pemerintah (OIP) Bulog mencapai Rp 22,1 triliun. Nilai ini setara 100 persen dari pagu.Rinciannya untuk beras 494 ribu ton; gabah 1,64 juta ton; dan jagung 347,6 juta ton.“Itu terkait dengan Anggaran Ketahanan Pangan yang di tahun 2025,” tutur Tri.Sementara, pada 2026, Kementerian Keuangan mengalokasikan Anggaran Ketahanan Pangan sebesar Rp 210,4 triliun.Dana itu bakal digunakan untuk distribusi dan cadangan pangan Rp 27,8 triliun dengan rincian pengembangan pelabuhan perikanan terluar/berwawasan lingkungan, hingga menjaga stok cadangan pangan lewat Bulog sebesar 3 juta ton senilai Rp 22,7 triliun.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-14 08:48