Terlalu Ramai, 8 Destinasi Wisata Ini Direkomendasikan Tidak Dikunjungi Tahun 2026

2026-01-13 06:57:15
Terlalu Ramai, 8 Destinasi Wisata Ini Direkomendasikan Tidak Dikunjungi Tahun 2026
- Fenomena overtourism atau pariwisata berlebihan semakin menjadi perhatian di banyak destinasi wisata dunia.Lonjakan pengunjung yang melebihi kapasitas lingkungan dan masyarakat lokal tidak hanya menimbulkan kemacetan, kerusakan alam, dan degradasi budaya, tetapi juga memicu ketegangan sosial di berbagai kota dan kawasan alam.Fodor’s Travel, media perjalanan asal Amerika Serikat, merilis “No List 2026”, daftar tahunan yang memberi peringatan bagi wisatawan untuk mempertimbangkan kembali kunjungan ke beberapa destinasi yang tengah menghadapi tekanan pariwisata berlebihan.Baca juga: Pesawat Kualanamu-Rembele, Aceh Mahal Saat Bencana, Kemenhub Ungkap PenyebabnyaDaftar ini menyoroti tempat-tempat di mana aktivitas wisatawan bisa membahayakan keseimbangan ekosistem dan kehidupan masyarakat lokal, sekaligus mendorong kesadaran tentang wisata yang lebih bertanggung jawab.Antartika, benua yang paling tak tersentuh manusia, tercatat menerima 120.000 pengunjung dari 2023 hingga 2024, angka yang diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada 2033.Meski ekspedisi kecil memungkinkan wisatawan menjejak daratan dan melihat gletser yang retak, para ahli menekankan lingkungan di sana sangat rapuh.Tidak ada batasan resmi untuk jumlah pengunjung, dan sebagian besar kapal wisata tidak tergabung dalam badan industri yang bertugas menjaga standar ekowisata.Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pariwisata massa dapat merusak salah satu ekosistem terakhir di bumi.Baca juga: Mau Ubah Jadwal Tiket Kereta? Ini Cara Reschedule Tiket KAI di Stasiun Pasar SenenSHUTTERSTOCK/SERENITY-H Kepulauan Canaria, Spanyol.Kepulauan Canary menghadapi tekanan dari 7,8 juta pengunjung pada paruh pertama 2025, meningkatkan jumlah penumpang bandara hingga lebih dari 27 juta. Lonjakan ini menimbulkan kemacetan lalu lintas, kenaikan harga properti, dan degradasi lingkungan.Aktivis lokal memperingatkan bahwa pariwisata massal menggerus identitas dan budaya pulau, sementara keuntungan ekonomi sering kali tidak dirasakan penduduk lokal.Pemerintah telah memperkenalkan regulasi untuk membatasi sewa jangka pendek, namun para ahli menilai perubahan tersebut belum efektif.3. Glacier National Park, Montana, ASGlacier National Park menjadi sorotan karena fenomena “last-chance tourism”, di mana wisatawan berlomba melihat gletser yang tersisa sebelum hilang. Lebih dari 150 gletser awal abad ke-20, kini hanya tersisa 27 yang diperkirakan hilang pada 2030 akibat perubahan iklim.Lonjakan pengunjung memicu kemacetan, gangguan satwa liar, dan degradasi jalur pendakian. Meski taman nasional telah menerapkan sistem reservasi dan energi terbarukan, tekanan dari wisatawan dan perubahan iklim tetap menjadi tantangan serius.Isola Sacra, distrik pesisir dekat Roma, tengah menghadapi proyek pelabuhan baru untuk kapal pesiar besar, yang menimbulkan kekhawatiran lingkungan. Proyek ini berpotensi menghancurkan ekosistem pesisir, termasuk flora, fauna, dan garis pantai alami.


(prf/ega)