Kakorlantas Usul Sumbu 3 Dilarang Saat Operasi Lilin demi Keselamatan Masyarakat

2026-02-03 23:40:25
Kakorlantas Usul Sumbu 3 Dilarang Saat Operasi Lilin demi Keselamatan Masyarakat
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengusulkan pembatasan kendaraan sumbu tiga selama masa Operasi Lilin 2025. Irjen Agus mengatakan usulan ini demi menekan angka kecelakaan.Hal itu disampaikan Irjen Agus dalam rapat bersama Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Irjen Agus mengatakan pembatasan itu berlaku di jalan tol maupun arteri selama Nataru."Kalau memang operasi ini operasi kemanusiaan, mementingkan keselamatan jiwa orang, kami menyarankan selama operasi kendaraan sumbu 3 dilarang, termasuk yang di tol dan di arteri," ujar Irjen Agus.Meski begitu, Irjen Agus mengatakan pembatasan kendaraan sumbu tiga tetap harus mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial. Namun Irjen Agus menilai pembatasan kendaraan sumbu 3 terbukti efektif menekan angka kecelakaan dan fatalitas pada operasi-operasi sebelumnya."Pengalaman Operasi Ketupat, baru pertama kali selama operasi sumbu 3 dilarang di tol dan di arteri, yang terjadi apa? Kecelakaan lalin turun 33 persen, Pak. Fatalitas korban kecelakaan turun 53 persen dan itu baru pertama kali. Kalau memang harus berani melakukan ini," kata Irjen Agus.Menurut Irjen Agus, angka tersebut menunjukkan kebijakan tersebut dapat langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Namun, kata Irjen Agus, usulan itu masih menunggu keputusan lintas sektor."Tapi kami pada saat rakor mungkin kami suarakan itu, agar betul-betul operasi kemanusiaan ini mementingkan keselamatan jiwa orang, terutama pengguna jalan," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-03 22:16